Liga.Tennis Padel Resmi Dibuka, Solo Jadi Pusat Gaya Hidup Olahraga

Liga.Tennis Padel Resmi Dibuka, Solo Jadi Pusat Gaya Hidup Olahraga
Tren olahraga padel terus berkembang di Indonesia. Melihat potensi tersebut, Liga.Tennis and Padel resmi membuka fasilitas indoor padel pertamanya di Solo yang berlokasi di Jalan Adi Sucipto, Kartasura, Sabtu (9/5/2026)

Nusatime.com, SOLO — Tren olahraga padel terus berkembang di Indonesia. Melihat potensi tersebut, Liga.Tennis and Padel resmi membuka fasilitas indoor padel pertamanya di Solo yang berlokasi di Jalan Adisucipto, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (9/5/2026). Kehadiran venue premium ini menjadi langkah awal ekspansi Liga.Tennis di luar Bali.

Peresmian venue dihadiri oleh para stakeholder Liga.Tennis Padel Solo, termasuk dr. Calvin Juso Handono, pendiri Liga.Tennis Padel Solo, Dima Shcherbakov dan Nyoman Ayunanda Mahartaning, serta Direktur Liga.Tennis, Jordan Sanchez.

Liga.Tennis bukan pemain baru di industri olahraga raket. Hingga 2025, mereka telah mengoperasikan sejumlah klub di Bali, mulai dari Umalas, Sanur, Nusa Dua, Seminyak, Ubud, hingga Sumba. Perusahaan tersebut juga tengah menyiapkan ekspansi ke sejumlah kota lain seperti Malang, Manado, Semarang, Jakarta, hingga Antalya, Turki.

Venue anyar bernama Liga.Tennis Padel Solo itu menghadirkan lima lapangan padel indoor, kafe, pro shop, hingga ruang ibadah untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Selain penyewaan lapangan, tersedia pula kelas padel dan pelatihan privat untuk berbagai level pemain, mulai dari pemula hingga profesional.

Menurut dr. Calvin Juso Handono, padel memiliki prospek besar sebagai bagian dari gaya hidup urban masyarakat Indonesia.

“Padel bukan sekadar olahraga, tetapi juga ruang sosial dan gaya hidup baru. Kami optimistis Solo memiliki pasar yang sangat potensial untuk perkembangan olahraga ini,” katanya.

Dia menjelaskan, kelas padel yang disediakan juga menjadi bagian dari pembibitan atlet profesional.

“Yang dibutuhkan adalah semakin banyak pemain yang bermula sebagai amatir lalu berkembang menjadi profesional. Dengan begitu, atlet-atlet baru bisa lahir dari sini,” ujarnya.

Fasilitas indoor padel Liga.Tennis and Padel yang resmi dibuka di Jalan Adisucipto, Kartasura, Sukoharjo Sabtu (9/5/2026). (Istimewa)
Fasilitas indoor padel Liga.Tennis and Padel yang resmi dibuka di Jalan Adisucipto, Kartasura, Sukoharjo Sabtu (9/5/2026). (Istimewa)

Ia juga menjelaskan alasan memilih Solo sebagai lokasi ekspansi Liga.Tennis Padel. Menurutnya, posisi geografis Solo cukup strategis dan mudah dijangkau dari berbagai kota besar di Indonesia.

“Solo berada di tengah. Dari Surabaya sekitar tiga jam perjalanan darat, dari Bali satu jam penerbangan, dan dari Jakarta sekitar enam jam perjalanan. Jadi lokasinya sangat strategis,” ucap Calvin.

Hal senada disampaikan Founder Liga.Tennis, Dima Shcherbakov. Ia mengatakan Solo dipilih sebagai kota pertama ekspansi di luar Bali karena memiliki pertumbuhan komunitas olahraga dan gaya hidup yang dinilai sangat potensial.

“Solo memiliki energi komunitas yang kuat dan perkembangan lifestyle yang menarik. Kami melihat kota ini punya potensi besar menjadi pusat pertumbuhan padel di Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurut Dima, konsep indoor dipilih untuk memberikan pengalaman bermain yang nyaman sepanjang tahun tanpa terganggu cuaca. Selain itu, fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang berkumpul bagi komunitas olahraga raket di Solo.

Ia menambahkan, Liga.Tennis memiliki target ambisius membangun 21 fasilitas dalam dua tahun dan 77 fasilitas dalam sepuluh tahun mendatang.

“Kami ingin menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat olahraga raket dunia. Solo menjadi langkah penting dalam perjalanan ekspansi tersebut,” kata Dima.

Fasilitas indoor padel Liga.Tennis and Padel yang resmi dibuka di Jalan Adisucipto, Kartasura, Sukoharjo Sabtu (9/5/2026). (Istimewa)
Fasilitas indoor padel Liga.Tennis and Padel yang resmi dibuka di Jalan Adisucipto, Kartasura, Sukoharjo Sabtu (9/5/2026). (Istimewa)

Direktur Liga.Tennis, Jordan Sanchez, juga menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga raket. Menurutnya, banyak atlet tenis berprestasi di Indonesia berasal dari wilayah tersebut.

“Kami sudah melakukan analisis mengapa banyak atlet tenis berprestasi berasal dari Jawa Tengah. Salah satunya karena lokasi yang strategis, tidak jauh dari Bali, Jakarta, maupun Surabaya. Selain itu, ekosistem tenis di sini juga cukup baik,” tuturnya.

Jordan mengakui ekspansi bisnis olahraga memiliki tantangan tersendiri, mulai dari pencarian lokasi strategis hingga kepatuhan terhadap regulasi di setiap daerah.

“Harapannya, dengan semakin banyak peminat olahraga raket yang datang ke sini, komunitas yang sehat dan kompetitif bisa terus tumbuh. Kami juga rutin mengadakan maupun menginformasikan kompetisi pada waktu-waktu tertentu,” katanya.

Selain fokus pada bisnis, Liga.Tennis juga ingin membangun komunitas olahraga yang sehat dan inklusif. Mereka aktif menjalin kolaborasi dengan Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) dan Asosiasi Padel Indonesia untuk mendukung pengembangan atlet serta ekosistem olahraga raket di Tanah Air.

Dengan hadirnya Liga.Tennis Padel Solo, masyarakat kini memiliki alternatif fasilitas olahraga modern yang tidak hanya menawarkan aktivitas fisik, tetapi juga pengalaman komunitas dan gaya hidup dalam satu tempat.

Leave a Reply