Nusatime.com, PURWOKERTO-Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memanfaatkan program magang di Badan Komunikasi Pemerintah sebagai langkah strategis untuk memperdalam pengalaman profesional di bidang komunikasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik sekaligus mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Program magang tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas komunikasi pemerintah.
Mulai dari pengelolaan informasi, produksi konten, hingga membangun hubungan dengan media massa dan mitra strategis. Salah satu mahasiswa peserta magang, Rafli Jaylani Firmansyah, mengungkapkan pilihannya bergabung dengan Badan Komunikasi Pemerintah didasarkan pada kesesuaian dengan bidang studinya.
“Program ini sangat relevan dengan KPI, sehingga konversi SKS dapat berjalan maksimal dan tetap linear dengan keilmuan yang saya pelajari. Selain itu, saya juga melihat peluang besar untuk mendapatkan pengalaman kerja dan memperluas relasi profesional,” ujarnya.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, para mahasiswa KPI UIN Saizu ini mengaku antusias karena dapat bergabung dengan lembaga yang memiliki reputasi baik. Selama program berlangsung, mereka mendapatkan pendampingan langsung dari deputi di masing-masing divisi serta penanggung jawab (PIC) yang membimbing pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ditempatkan di sejumlah deputi sesuai dengan kebutuhan lembaga. Najmia Azka Shaliha ditempatkan di Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah. Di posisi ini, ia berperan sebagai penghubung antar kementerian dan lembaga dalam menyusun visualisasi informasi sebelum dipublikasikan.
Salah satu tugasnya adalah merancang konsep komunikasi seperti pembuatan logo dan tagline. Sementara itu, Rafli Jaylani Firmansyah bertugas di Deputi Materi dan Diseminasi. Divisi ini berfungsi sebagai pusat pengolahan informasi dari berbagai unit kerja.
Setiap data yang masuk dikonsolidasikan, diverifikasi keakuratannya, serta dipastikan bebas dari misinformasi sebelum disampaikan kepada publik. Selain itu, tim juga memproduksi berbagai konten komunikasi, seperti video, pamflet, serta dokumentasi kegiatan pemerintah untuk kebutuhan media sosial.
Rafli turut berkontribusi dalam memperbarui analitik media sosial, khususnya di platform Instagram dan TikTok. “Pekerjaan di bidang diseminasi cukup menantang karena harus menyesuaikan dengan jadwal kegiatan pemerintah yang dinamis,” jelasnya.
Di sisi lain, Naila Lidia Syifa menjalani magang di Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media. Divisi ini memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antara pemerintah dengan media massa.
Tugas yang dijalankan meliputi membangun kerja sama dengan media, mengelola komunikasi dengan wartawan, memantau isu publik, hingga menjaga reputasi instansi agar pemberitaan tetap positif dan terkendali.
Kesempatan terjun langsung ke lingkungan kerja profesional menjadi pengalaman paling berkesan bagi para mahasiswa. Mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan ritme kerja tingkat nasional, sekaligus tetap mendapatkan arahan dari para pembimbing.
Najmia menyebut sejumlah mata kuliah yang relevan selama menjalani magang, di antaranya Public Relations, Teori Komunikasi, Jurnalistik, Fotografi, Film, Investigasi, serta Academic Writing. “Mata kuliah tersebut sangat membantu kami dalam memahami dan menjalankan tugas selama magang,” tuturnya.
Sementara itu, Naila menilai suasana kerja di Badan Komunikasi Pemerintah sangat kondusif. “Lingkungan kerja di sini suportif, interaktif, dan membimbing. Bahkan, suasananya melebihi ekspektasi kami sebelum memulai program magang,” ungkapnya.
Melalui program magang ini, mahasiswa KPI UIN Saizu berharap dapat memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta memperluas jejaring profesional. Tak hanya itu, sebagian mahasiswa juga membuka peluang untuk melanjutkan karier di lembaga pemerintahan tersebut setelah menyelesaikan studi mereka. (NA)

Leave a Reply