Nusatime.com, KARANGANYAR — Upaya pemulihan kawasan Gunung Lawu pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai disiapkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar mengupayakan bantuan bibit pohon untuk mendukung rehabilitasi kawasan yang terdampak kebakaran.
Kepala DLH Karanganyar, Sunarno, mengatakan sebanyak 10.000 hingga 15.000 bibit pohon diupayakan melalui kerja sama dengan Jarum Foundation. Meski demikian, pelaksanaan penanaman di kawasan Gunung Lawu masih menunggu arahan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal ini mengingat penanganan karhutla di kawasan tersebut menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Dia mengatakan penyediaan bibit pohon tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Karanganyar, Rober Christanto, untuk mendukung penghijauan dan pemulihan lingkungan pascakarhutla. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Jarum Foundation terkait permohonan bantuan bibit tanaman. Bantuan tersebut nantinya akan dibagi untuk sejumlah kebutuhan penghijauan di wilayah Karanganyar, termasuk rehabilitasi kawasan Gunung Lawu.
“Alhamdulillah, insyaallah tahun ini kami mendapatkan bantuan bibit dari Jarum Foundation sekitar 10.000 hingga 15.000. Salah satunya untuk penanaman bibit pohon di kawasan karhutla,” ujar Sunarno, Sabtu (7/11/2026).
Dia menjelaskan pengajuan bantuan bibit dilakukan oleh tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni DLH, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), serta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar. Masing-masing OPD nantinya akan memanfaatkan bantuan bibit sesuai dengan kebutuhan dan kewenangannya.
Khusus untuk pemulihan kawasan Gunung Lawu, Disparpora akan memanfaatkan bantuan bibit untuk penghijauan di kawasan wisata dan area gunung. Sementara itu, DLH akan mendukung program penghijauan di sejumlah lokasi, termasuk kawasan yang membutuhkan rehabilitasi lingkungan.
Sunarno mengatakan DLH Karanganyar siap mendukung pelaksanaan penanaman kembali di kawasan terdampak kebakaran. Namun, pihaknya belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan karena masih menunggu instruksi dari pemerintah provinsi.
“Kami masih menunggu arahan dari provinsi. DLH sudah siap membantu dan sesuai arahan Pak Bupati, kami harus standby menunggu dawuh dan siap melaksanakan tugas,” katanya.
Pilihan Tanaman
Dalam upaya rehabilitasi kawasan Gunung Lawu, pemilihan jenis tanaman menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Sunarno mengatakan tanaman yang ideal untuk ditanam di kawasan terdampak karhutla merupakan tanaman endemik yang sesuai dengan karakteristik lingkungan pegunungan.
Pemilihan tanaman perlu mempertimbangkan ketinggian wilayah, kondisi tanah, serta kesesuaian dengan ekosistem setempat. Dengan demikian, tanaman yang ditanam diharapkan mampu mendukung pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.
DLH Karanganyar telah berkoordinasi dengan Jarum Foundation untuk mengupayakan penyediaan bibit tanaman endemik yang cocok untuk kawasan Tawangmangu dan Gunung Lawu. Namun, hingga saat ini bibit tanaman endemik tersebut belum siap tersedia. Jarum Foundation masih mengupayakan pemenuhan kebutuhan tanaman yang sesuai dengan kondisi kawasan.
“Untuk tanaman endemik yang ada di Tawangmangu, dari Jarum Foundation belum siap, tetapi beliau siap mengusahakan. Sementara ini kami menyiapkan tanaman umum terlebih dahulu,” ungkap Sunarno.
Sunarno menyebut jenis tanaman yang akan ditanam di kawasan Gunung Lawu nantinya tetap harus disesuaikan dengan ketentuan rehabilitasi kawasan pegunungan. DLH tidak ingin penanaman dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi ekologis wilayah yang terdampak kebakaran.
Selain mendukung pemulihan Gunung Lawu, bantuan bibit dari Jarum Foundation juga akan dimanfaatkan untuk memperluas penghijauan di wilayah Karanganyar.
Tanaman Asam Jawa
DPUPR Karanganyar, misalnya, mengusulkan tanaman asam jawa untuk penghijauan di sepanjang turus jalan. Tanaman tersebut dinilai memiliki sistem perakaran yang kuat dan tidak berpotensi mengganggu konstruksi jalan maupun lingkungan sekitar.
“Untuk DPUPR, salah satunya tanaman asam jawa yang memang kuat akarnya dan tidak mengganggu jalan maupun lingkungan. Aman untuk pengguna jalan,” jelas Sunarno.
Sementara itu, DLH Karanganyar akan mendistribusikan bibit ke kampung-kampung binaan dan sekolah-sekolah binaan. Bantuan juga dapat dimanfaatkan untuk penghijauan di lahan terbuka yang membutuhkan tanaman. Sunarno mengatakan masyarakat yang membutuhkan bibit untuk kegiatan penghijauan juga dapat mengajukan permohonan kepada DLH Karanganyar.
Adapun Disparpora akan memanfaatkan bantuan bibit untuk penghijauan di lokasi wisata dan kawasan Gunung Lawu. Menurut Sunarno, bantuan bibit tersebut diharapkan dapat mendukung upaya penghijauan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Terlebih, kawasan Gunung Lawu membutuhkan perhatian bersama setelah terdampak karhutla.
DLH Karanganyar memastikan kesiapan untuk mendukung rehabilitasi kawasan Gunung Lawu sesuai arahan pemerintah provinsi dan Bupati Karanganyar. Penanaman kembali diharapkan menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan agar kawasan pegunungan tersebut tetap terjaga kelestariannya.

Leave a Reply