Pascakebakaran, Pemkot Solo Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu

Pascakebakaran, Pemkot Solo Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo menyemprotkan air saat berusaha memadamkan api yang membakar gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Kamis (3/9/2026). Puluhan petugas gabungan berusaha memadamkan api yang membakar gunungan sampah hingga saat ini api merambat hingga sisi selatan. (Daerah/J Howi Widodo).

Nusatime.com, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan memperkuat pengelolaan sampah dari hulu sebagai bagian dari evaluasi pascakebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo. Pengelolaan sampah sejak dari hulu menjadi salah satu fokus Pemkot untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Solo Respati Ardi kepada wartawan di Balai Kota Surakarta, Selasa (15/9/2026) siang. Respati mengatakan pengelolaan sampah dari hulu perlu melibatkan petugas kelurahan dan masyarakat. Pemkot akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mendorong proses pengelolaan sampah sebelum dibawa ke TPA.

“Nanti kami sampaikan bagaimana petugas kelurahan dan masyarakat bisa memproses [sampah] di hulu. Kita tetap akan lebih selektif ketika sampah masuknya di TPA,” kata Respati.

Menurutnya, penguatan pengelolaan dari hulu menjadi salah satu konsentrasi Pemkot Solo ke depan. Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembenahan sistem pengelolaan sampah setelah terjadinya kebakaran di TPA Putri Cempo.

“Mulai dari sekarang fokus kami pada pengelolaan sampah di hulu. Tentunya ini menjadi salah satu konsentrasi kita ke depannya,” kata Respati.

Dia menjelaskan Pemkot Solo mendorong mendorong agar pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada tahap akhir di TPA, tetapi dimulai sejak dari sumbernya. Keterlibatan masyarakat dan petugas di tingkat kelurahan menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Evaluasi pengelolaan sampah ini menjadi salah satu langkah Pemkot Solo pascakebakaran TPA Putri Cempo. Penguatan pengelolaan dari hulu diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pembenahan sistem persampahan Kota Solo ke depan.

Wali Kota Solo turut memberikan apresiasi kepada tim gabungan dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan kebakaran TPA Putri Cempo. Meskipun proses pemadaman telah memasuki tahap akhir, kesiapsiagaan tetap perlu dipertahankan. Terlebih, kondisi cuaca yang masih berada dalam musim kemarau meningkatkan potensi munculnya kembali titik api.

“Karena masih musim kemarau, kita tetap akan ada siaga sehingga tidak terulang lagi kebakarannya. Intinya kita tetap siaga. Hari ini tetap siaga, kita tetap pastikan tidak ada hal serupa dan pastikan benar-benar ini padam, tidak mengeluarkan asap lagi,” ujar Respati.

Pemkot Solo juga mulai menyiapkan masa transisi dan evaluasi setelah penanganan kebakaran. Evaluasi tersebut akan menjadi bahan untuk memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan di TPA Putri Cempo.

Selain evaluasi, Pemkot Solo mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat infrastruktur pendukung sebagai bagian dari upaya antisipasi. Salah satunya melalui penyediaan titik-titik air yang dapat menunjang penanganan apabila terjadi kondisi darurat di kawasan TPA.

Respati menegaskan, kesiapsiagaan akan tetap dijaga hingga kondisi TPA benar-benar dinyatakan aman. Dengan demikian, penanganan kebakaran tidak berhenti pada pemadaman api, tetapi dilanjutkan dengan pengawasan dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta Ari Dwi Daryatmo mengatakan penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo, memasuki tahap akhir. Meski demikian, proses pendinginan, penyiraman, serta pemantauan titik asap dan panas masih terus dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali kebakaran.

Menurut dia, pada tahap akhir ini tim gabungan masih melakukan pendinginan dan penyiraman pada sejumlah titik yang terpantau mengeluarkan asap, terutama di Blok B di sekitar area sutet.

“Pendinginan dan penyiraman, melanjutkan pemantauan dan penyiraman titik asap kecil terutama yang ada di Blok B sekitar area sutet untuk memastikan pemadaman bisa mencapai seratus persen untuk mencegah kemunculan titik api kembali,” kata Ari.

Leave a Reply