FX Rudy Hadiri Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Bareng Lansia di Balai Kota S

FX Rudy Hadiri Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Bareng Lansia di Balai Kota S
Pembina Purna Adi Praja Balaikota Surakarta (PAPBS) eks Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menghadiri acara di Balai Kota Solo, Minggu (4/10/2026). (Istimewa)

Nusatime.com, SOLO — Semangat para lanjut usia (lansia) di Kota Surakarta kembali ditunjukkan melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila (Hapsak) 2026 yang digelar di Halaman Balai Kota Solo, Minggu (4/10/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan Hari Batik Nasional dan Hari Lanjut Usia Internasional tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan anggota Purna Adi Praja Balaikota Surakarta (PAPBS).

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Espos, kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dengan mengusung tema “Pancasila Sakti, Lansia Menyala, Berbatik Nusantara”. Acara tersebut dihadiri Pembina PAPBS sekaligus eks Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, jajaran pengurus dan anggota PAPBS, serta para peserta kegiatan.

Hapsak 2026 tidak sekadar menjadi momentum peringatan, tetapi juga menjadi ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, sehat, produktif, dan kreatif sekaligus menjaga hubungan sosial serta kebersamaan. Usia lanjut tidak dipandang sebagai keterbatasan, melainkan fase kehidupan yang tetap dapat diisi dengan kegiatan positif dan memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan acara tersebut, di antaranya kulintang, line dance, senam Alzheimer, serta UOMAS. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas dalam suasana penuh kegembiraan dengan nuansa budaya Nusantara dan semangat kebersamaan.

Penampilan para peserta menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap bergerak dan berkarya. Para lansia mengikuti gerakan senam maupun pertunjukan seni dengan penuh antusias. Suasana semakin semarak karena peserta mengenakan busana bernuansa batik, sekaligus memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober.

Dukungan kepada Organisasi

Kehadiran FX Hadi Rudyatmo sebagai Pembina PAPBS menjadi bentuk dukungan terhadap keberadaan organisasi para purna aparatur tersebut. PAPBS menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang bagi para purna praja untuk terus menjaga komunikasi, kebersamaan, dan semangat pengabdian di tengah masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang ingin dibangun melalui Hapsak 2026, yakni menghadirkan lansia yang tetap aktif, sehat, dan berdaya. Para lansia tidak hanya menjadi kelompok yang mendapatkan perhatian, tetapi juga dapat berperan dalam menjaga nilai-nilai sosial, budaya, dan kebangsaan.

Melalui momentum Hari Lanjut Usia Internasional, kegiatan ini sekaligus mengingatkan pentingnya membangun lingkungan yang ramah terhadap lansia. Kesehatan fisik dan mental, aktivitas sosial, serta hubungan antargenerasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehidupan lansia yang berkualitas.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah senam Alzheimer. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak dan fungsi kognitif pada usia lanjut. Dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial yang dilakukan secara rutin, para lansia diharapkan tetap memiliki semangat untuk menjalani kehidupan secara aktif.

Selain aspek kesehatan, Hapsak 2026 juga memberikan ruang bagi pelestarian budaya. Batik tidak hanya ditampilkan sebagai pakaian, tetapi menjadi simbol identitas budaya dan kebanggaan bangsa. Para peserta mengenakan berbagai motif batik Nusantara yang menunjukkan bahwa batik tetap relevan dan menjadi bagian dari kehidupan

Leave a Reply