Pengemis Mulai Marak di Jogja Jelang Lebaran, Satpol PP Perketat Patroli

Pengemis Mulai Marak di Jogja Jelang Lebaran, Satpol PP Perketat Patroli
Pengemis yang berupura-pura lumpuh di Jalan Pasar Kembang atau kawasan Malioboro. (IG @polsekgedongtengen)

Nusatime.com, KOTA JOGJA — Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) mulai kembali marak di Kota Yogyakarta menjelang Hari Raya Idulfitri. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta pun memperketat patroli dan operasi penertiban.

Belum lama ini, petugas Satpol PP mengamankan empat gepeng dalam operasi penertiban di kawasan Umbulharjo, tepatnya di Jalan Batikan, pada Kamis (5/3/2026).

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Jogja, Dodi Kurnianto, mengatakan para gepeng tersebut beraktivitas menggunakan gerobak dan becak.

Menurutnya, jumlah gepeng yang diamankan saat ini meningkat dibandingkan hari biasa.

“Pada hari normal di luar Ramadan biasanya hanya satu sampai dua orang per hari. Memasuki pekan kedua Ramadan jumlahnya meningkat hingga dua kali lipat,” ujarnya.

Dodi menjelaskan Jalan Batikan menjadi salah satu titik rawan munculnya gepeng karena banyak pepohonan yang dapat dimanfaatkan untuk berteduh.

Selain itu, praktik pemberian sedekah di jalan juga dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya aktivitas pengemis di kawasan tersebut.

Satpol PP Kota Jogja telah memetakan sejumlah titik rawan aktivitas gepeng, antara lain:

  • Simpang Tamansiswa
  • Simpang Jokteng Barat dan Jokteng Timur
  • Simpang RSUD Kota Yogyakarta
  • Simpang Tegalgendu
  • Simpang Kleringan
  • Simpang Pingit

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah gepeng menjelang Lebaran, Satpol PP akan memperketat patroli di titik-titik tersebut.

Selain itu, Satpol PP juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta untuk penanganan gepeng yang berasal dari warga setempat. Sementara gepeng dari luar kota akan ditangani oleh Dinas Sosial DIY.

Dodi memperkirakan jumlah gepeng akan terus meningkat menjelang Lebaran.

“Pengemis biasanya mulai marak sejak tujuh hari sebelum Lebaran hingga sepekan setelah Lebaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Jogja, Indrawati, mengatakan kapasitas tempat penampungan gepeng di Kota Jogja sangat terbatas.

Shelter yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 10 orang dan bersifat sementara dengan masa penampungan maksimal tujuh hari.

Selama berada di shelter, petugas melakukan assessment, termasuk pendataan identitas, penelusuran keluarga, hingga pelayanan kesehatan jika diperlukan.
 

Berita ini telah ditayangkan di Harian Jogja dengan judul “Gepeng Mulai Marak di Jogja Jelang Lebaran, Satpol PP Perketat Patroli”

Leave a Reply