Nusatime.com, SOLO – Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota (Wawali) Solo Astrid Widayani menepis isu perpecahan yang digulirkan warganet di media sosial. Mereka menegaskan kompak sejak masa kampanye Pilkada Solo.
Hal itu terungkap dalam acara Ngabuburit Asik Bareng Respati-Astrid di Monumen Apem Sewu Bantaran Bengawan Solo di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jumat (6/3/2026) petang.
Ngabuburit Asik Bareng Respati-Astrid merupakan refleksi satu tahun kepemimpinan Respati-Astrid. Hadir dalam acara itu para pemangku kepentingan Pemkot Solo termasuk warga dari berbagai profesi maupun kelompok.
Beberapa perwakilan warga ngudarasa selama kepemimpinan Respati-Astrid. Mereka memberikan testimoni dampak program pembangunan maupun kritikan terhadap kebijakan yang kurang pas bagi warga.
Selain warga, moderator yang merupakan pengajar Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Akhmad Ramdhon dan Direktur Rumah Banjarsari Solo Zen Zulkarnaen juga menyampaikan pernyataan netizen mengenai kritikan kepada Respati-Astrid.
Salah satunya mengenai isu perpecahan Respati-Astrid yang sedang hangat di media sosial baru-baru ini. Astrid menanggapi pernyataan itu dengan menegaskan kompak dengan Respati. “Kami datang ke acara ini pakai pakaian putih-putih, kompak enggak? hehe,” kata Astrid.
Dia menjelaskan sejak awal diusung menjadi pasangan dalam Pilkada Solo telah berbagi tugas dengan Respati. Keduanya memilih tidak datang ke suatu acara bersamaan tetapi berbagi tugas pada saat kampanye.
Analogi Rumah Tangga
“Saat kampanye saya dekat dengan bapak-bapak. Mas Respati dekat dengan ibu-ibu. Ini adalah strategi silang, strategi cross-gender. Kalau ibu-ibu kan ‘aduh ganteng Wali Kotanya’ kalau bapak-bapak minta foto biasanya,” papar dia.
Dia menjelaskan strategi serupa dijalankan dalam satu tahun terakhir sejak dilantik menjadi Wali Kota Solo dan Wakil Wali Kota Solo. Respati-Astrid menjalankan peran dengan dua fungsi agar pelayanan dan pembangunan bisa berjalan optimal.
“Dari sisi apa yang dikerjakan di Kota Solo tidak sedikit. Banyak sekali, banyak PR kami banyak melanjutkan kepemimpinan sebelumnya, dan menjalankan perencanaan pembangunan ke depannya,” ujar dia.
Menurut dia, janji kampanye telah diwujudkan dalam Asta Cita Kota Solo dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kompak yang dijalankan diejawantahkan dengan bijaksana.
Sementara itu, Respati mengatakan kerap bicara atau memberikan pernyataan secara ceplas-ceplos saat memimpin Solo. Astrid bertugas mendinginkan tensi.
“Saya sangat beruntung punya Mbak Astrid sebagai Wakil Wali Kota Solo yang bisa memublikasikan program atau kebijakan dengan gaya beliau yang lebih enak didengar. Mungkin saya lebih kaku dalam menyampaikan kebijakan,” ungkap Respati.
“Analogi seperti suami istri di rumah nek ning dapur udur-uduran masalah anduk basah itu kan sudah biasa. Ora dikekne memean dan lain-lain. Tapi ketika sudah urusan anak, urusan rumah pasti punya kekompakan kerja sama satu tujuan. Pun kami berdua di birokrasi kami menyadari masih banyak terus disesuaikan di internal, tapi ketika kami untuk warga masyarakat itu tidak ada nilai tawar lain selain satu untuk melayani masyarakat,” ungkap dia.
Leave a Reply