SBBI Awards 2026, Dari Kepercayaan Menuju Dampak yang Berkelanjutan

SBBI Awards 2026, Dari Kepercayaan Menuju Dampak yang Berkelanjutan
Ajang penghargaan merek bergengsi, Daerah Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 mengambil tema “Winning Value, Driving Impact”.

Espos, SOLO — Selama bertahun-tahun, banyak organisasi berlomba menjadi yang paling dikenal. Mereka membangun eksposur, memperluas jangkauan komunikasi, dan berupaya mendapatkan perhatian publik. Namun di tengah perubahan perilaku masyarakat dan semakin terbukanya akses informasi, keterkenalan saja tidak lagi cukup.

Publik kini semakin kritis dalam menilai sebuah organisasi. Mereka tidak hanya melihat apa yang dikatakan sebuah brand, tetapi juga manfaat yang benar-benar dihadirkan. Dalam konteks tersebut, keberhasilan organisasi tidak lagi berhenti pada trust atau pengaruh, melainkan pada dampak yang mampu diciptakan dan dirasakan secara nyata.

Department Head Solution Strategist Daerah Media Group, Danang Nur Ihsan, menilai perjalanan organisasi saat ini tidak cukup hanya membangun kepercayaan. Kepercayaan harus mampu berkembang menjadi pengaruh, lalu diwujudkan menjadi dampak yang memberikan nilai bagi stakeholder dan masyarakat.

“Kepercayaan adalah fondasi. Dari kepercayaan lahir pengaruh. Ketika pengaruh tersebut mampu menciptakan perubahan dan memberikan manfaat yang dirasakan banyak pihak, di situlah dampak terbentuk,” ujarnya.

Menurut Danang, selama ini banyak organisasi masih berfokus pada pencapaian yang bersifat jangka pendek, seperti eksposur, awareness, atau popularitas. Padahal, perhatian publik sangat mudah berubah. Apa yang menjadi perbincangan hari ini bisa dilupakan dalam hitungan hari.

Karena itu, organisasi perlu melihat keberhasilan dari perspektif yang lebih luas. Bukan hanya seberapa banyak orang mengenal mereka, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu mereka hadirkan.

“Popularitas memang dapat menghadirkan perhatian. Tetapi dampak menghadirkan relevansi. Dan relevansi itulah yang membuat sebuah organisasi tetap dibutuhkan dalam jangka panjang,” katanya.

Perubahan cara pandang tersebut tidak lepas dari transformasi yang terjadi dalam satu dekade terakhir. Jika sebelumnya masyarakat cenderung menerima informasi yang disampaikan organisasi secara langsung, kini mereka memiliki banyak sumber untuk memverifikasi informasi, membandingkan pengalaman, hingga membentuk opini sendiri.

Akses informasi yang semakin terbuka membuat publik lebih kritis dalam menentukan siapa yang layak dipercaya. Mereka tidak hanya melihat kampanye komunikasi atau pesan pemasaran yang disampaikan, tetapi juga menilai konsistensi tindakan yang dilakukan organisasi.

Kondisi tersebut membuat trust menjadi semakin penting. Kepercayaan tidak lagi dibangun melalui klaim, melainkan melalui pengalaman yang dirasakan secara langsung oleh publik. Mulai dari kualitas layanan, konsistensi produk, kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan pelanggan, hingga kontribusi yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya.

Menurut Danang, trust merupakan modal awal yang memungkinkan organisasi membangun influence. Ketika sebuah organisasi dipercaya, pandangan, keputusan, maupun tindakan yang dilakukan akan lebih mudah diterima oleh stakeholder.

Influence bukan tujuan akhir.

Influence baru memiliki arti ketika mampu menghasilkan perubahan yang nyata.

“Banyak organisasi memiliki pengaruh yang besar. Tetapi pertanyaannya, pengaruh itu digunakan untuk apa? Ketika influence mampu mengubah perilaku, menciptakan nilai baru, atau membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, di situlah impact mulai terbentuk,” ujarnya.

Dampak sendiri tidak selalu harus diwujudkan dalam program berskala besar. Dalam banyak kasus, dampak justru hadir melalui berbagai perubahan yang terjadi secara konsisten dan berkelanjutan.

Sebuah organisasi dapat menciptakan dampak melalui inovasi yang memudahkan kehidupan pelanggan, melalui layanan yang meningkatkan pengalaman pengguna, maupun melalui kontribusi yang membantu menyelesaikan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, ukuran dampak tidak selalu berbicara tentang besarnya investasi atau luasnya program yang dijalankan. Yang lebih penting adalah apakah keberadaan organisasi tersebut benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan oleh pihak yang dilayaninya.

Menurut Danang, hal inilah yang membedakan organisasi yang sekadar dikenal dengan organisasi yang memiliki pengaruh dan dampak yang kuat.

Organisasi yang berdampak biasanya memiliki pemahaman yang jelas mengenai siapa yang mereka layani dan nilai apa yang ingin mereka hadirkan. Mereka tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut menciptakan manfaat yang lebih luas.

Di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat, tantangan terbesar organisasi saat ini bukan lagi bagaimana mendapatkan perhatian publik. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjaga relevansi.

Masyarakat terus berubah. Teknologi berkembang semakin cepat. Ekspektasi terhadap brand dan institusi juga semakin tinggi. Dalam kondisi seperti itu, organisasi perlu terus beradaptasi agar mampu menjawab kebutuhan yang terus berkembang.

“Yang dicari publik hari ini bukan hanya produk atau layanan yang baik. Mereka mencari organisasi yang dapat dipercaya, memberikan nilai, dan menunjukkan manfaat yang nyata. Itulah yang membuat sebuah organisasi tetap relevan,” kata Danang.

Ke depan, ia melihat organisasi yang akan bertahan bukan hanya yang memiliki sumber daya terbesar atau tingkat eksposur tertinggi. Organisasi yang mampu memenangkan masa depan adalah mereka yang mampu menjaga kepercayaan, membangun pengaruh yang positif, dan mengubah pengaruh tersebut menjadi dampak yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, masyarakat mungkin tidak akan mengingat setiap kampanye yang pernah dibuat sebuah organisasi. Mereka juga mungkin tidak selalu mengingat siapa yang paling sering muncul di ruang publik. Namun masyarakat akan selalu mengingat organisasi yang memberikan manfaat dan menghadirkan perubahan yang berarti dalam kehidupan mereka.

Di situlah dampak menjadi ukuran baru kesuksesan organisasi. Bukan sekadar tentang seberapa dikenal, tetapi tentang seberapa besar nilai yang mampu diciptakan dan diwariskan kepada masyarakat.

Semangat inilah yang menjadi bagian dari tema Winning Value, Driving Impact dalam penyelenggaraan SBBI Awards 2026. Sebuah pengingat bahwa keberhasilan organisasi tidak berhenti pada kepercayaan dan pengaruh, melainkan pada kemampuan mengubah keduanya menjadi dampak yang berkelanjutan.

Leave a Reply