Nusatime.com, WONOGIRI – Pendidikan demokrasi merupakan hak bagi seluruh masyarakat, termasuk siswa sekolah luar biasa (SLB) juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal Pemilu, memahami hak politik, dan belajar berpartisipasi dalam kehidupan bernegara.
Semangat tersebut terlihat dalam Lomba Cerdas Cermat Pemilu Inklusif yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri. Kegiatan yang berlangsung di Aula KPU Wonogiri, Jumat (6/11/2026), itu diikuti tujuh SLB dari berbagai wilayah di Kabupaten Wonogiri.
Selain menjadi ajang kompetisi, perlombaan tersebut menjadi sarana pendidikan politik sekaligus ruang bagi siswa berkebutuhan khusus untuk unjuk kemampuan dan pengetahuan mereka tentang demokrasi.
Ketua KPU Wonogiri, Satya Graha, mengatakan lomba cerdas cermat Pemilu tingkat SLB tersebut merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan di Kabupaten Wonogiri. Bahkan, ia juga mengklaim menjadi yang pertama di Indonesia.
Lomba tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 KPU yang jatuh pada 7 November 2026. Masing-masing sekolah mengirimkan satu tim beranggotakan tiga siswa untuk berkompetisi.
Tujuh Sekolah Berpartisipasi
Tujuh sekolah yang berpartisipasi yakni SLB Negeri Wonogiri, SLB Negeri Purwantoro, SLB Al-Ishlah Jatisrono, SLB Mulatsarira Baturetno, SLB YMS Ngadirojo, SLB Sulaisa Tirtomoyo, dan SLB Giri Wiyata Dharma Wonogiri.
“Kegiatan Lomba Cerdas Cermat Tingkat SLB pada hari ini adalah yang pertama diselenggarakan di Kabupaten Wonogiri, bahkan mungkin yang pertama kali juga diselenggarakan di Indonesia. Kita belajar berkompetisi secara sehat, belajar demokrasi dan juga kepemiluan,” kata Satya kepada awak media.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan KPU dalam memenuhi hak konstitusional warga negara, khususnya penyandang disabilitas.
Menurut dia, setiap warga negara berhak mendapatkan informasi Pemilu, kemudahan mengakses pendidikan politik, serta ruang partisipasi yang inklusif. Karena itu, KPU berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat menjangkau kelompok pemilih disabilitas.
Sementara itu. Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Wonogiri, Irawan Ary Wibowo, menambahkan bahwa materi yang diujikan dalam perlombaan mencakup pengetahuan dasar Pancasila dan UUD 1945, sejarah serta tugas dan fungsi KPU, tahapan Pemilu, tata cara pemungutan suara, hingga hak-hak pemilih disabilitas berdasarkan regulasi Pemilu di Indonesia.
“Kompetisi berlangsung dalam dua tahap, yakni babak penyisihan dan final. Penilaian dilakukan oleh tiga anggota KPU Wonogiri yang bertindak sebagai juri,” kata Irawan.
SLB Negeri Purwantoro Menang
Setelah melalui persaingan, SLB Negeri Purwantoro berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati SLB YMS Ngadirojo, sedangkan SLB Negeri Wonogiri meraih juara ketiga.
Pihaknya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan politik yang berkelanjutan. “Dengan demikian, penyandang disabilitas semakin memahami hak-hak politiknya dan memiliki kesempatan yang setara untuk terlibat dalam kehidupan demokrasi,” jelasnya.
Salah seorang peserta dari SLB Sulaisa Tirtomoyo, Rifky, mengaku senang dapat mengikuti perlombaan tersebut. Meski belum berhasil meraih juara, dia mendapatkan pengalaman baru dengan bertemu dan berkompetisi bersama siswa dari sekolah lain.
“Saya senang bisa bertemu teman-teman sekolah lain. Meskipun belum menang, tapi saya sudah berusaha dan merasa bangga bisa ikut kegiatan ini,” kata Rifky.

Leave a Reply