Update Gempa M7,7 NTT: 70 Meninggal, 1.182 Luka dan 40.040 Mengungsi

Update Gempa M7,7 NTT: 70 Meninggal, 1.182 Luka dan 40.040 Mengungsi
Gempa NTT. (BMKG)

Nusatime.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 70 orang meninggal dunia dan 1.182 lainnya mengalami luka-luka akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, sebanyak 40.040 warga tercatat mengungsi akibat bencana tersebut.

Sementara itu, sudah tidak terdapat laporan warga yang berstatus hilang atau belum ditemukan. Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Laksamana TNI Bramantyo mengatakan tim masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Sampai dengan hari ini, kegiatan yang telah kami lakukan adalah melaksanakan penyisiran di wilayah-wilayah yang terdampak. Berdasarkan data dari para korban, tidak ada lagi saudara, tetangga, atau rekan yang berada dalam pencarian,” jelas Bramantyo.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan data korban luka yang mencapai 1.182 orang berasal dari Kementerian Kesehatan. Data tersebut berbeda dengan pencatatan Basarnas karena masing-masing lembaga menggunakan dasar pendataan yang berbeda.

Menurut Berton, Basarnas mencatat korban luka berdasarkan orang yang ditemukan dalam proses operasi pencarian dan pertolongan. Sementara itu, data BNPB yang bersumber dari Kementerian Kesehatan mencatat pasien yang sedang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.

40.040 Warga Mengungsi

Berton mengatakan korban meninggal dunia dan pengungsi tersebar di tujuh wilayah, yakni Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Ende, Sikka, dan Nagekeo. Jumlah korban meninggal dunia masing-masing dua orang di Ngada, 25 orang di Manggarai Timur, 27 orang di Manggarai, dua orang di Manggarai Barat, enam orang di Nagekeo, dua orang di Ende, dan empat orang di Sikka.

Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 40.040 orang. BNPB mencatat 6.487 orang mengungsi di Manggarai, sedangkan di Manggarai Timur terdapat 966 orang yang berada di posko BPBD dan sekitar 14.000 warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri.

Selain itu, sebanyak 600 warga mengungsi di Manggarai Barat, 6.221 orang di Nagekeo, 5.681 orang di Sikka, 3.666 orang di Ende, dan 1.920 orang di Ngada. BNPB menjelaskan jumlah pengungsi tersebut tidak serta-merta menunjukkan jumlah rumah yang rusak karena sebagian warga mengungsi akibat dampak psikologis setelah gempa.

Selain korban dan pengungsi, BNPB mencatat aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah NTT. Hingga Selasa (18/8/2026), tercatat 2.119 gempa susulan dengan 70 gempa di antaranya dirasakan masyarakat.

Berton mengatakan gempa susulan terbesar yang tercatat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,3.

“Per hari ini, tanggal 18 Agustus 2026, kondisi gempa terkini adalah jumlah gempa susulan sebanyak 2.119 kali, magnitudo yang terbesar adalah 6,2 dan yang terkecil adalah 1,3. Sedangkan gempa susulan yang dirasakan adalah 70,” jelas Berton.

Menurut Berton, aktivitas gempa di NTT masih belum terlihat jelas dan diperkirakan baru mulai stabil dalam kisaran dua hingga tiga pekan ke depan. Masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan karena masih ada kemungkinan terjadi gempa susulan.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Gempa NTT, BNPB Catat 1.182 Korban Luka dan 70 Meninggal Dunia

Leave a Reply