Nusatime.com, SALATIGA — Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberdayaan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), hingga pengelolaan sampah saat melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Rabu (10/6/2026).
Dalam dialog bersama aparatur kelurahan, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan anggota Linmas, Robby meminta seluruh pihak aktif mengawasi kualitas makanan yang disalurkan melalui program MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Ia menegaskan pengawasan tidak hanya ditujukan kepada siswa sekolah sebagai penerima manfaat, tetapi juga kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Mulai sekarang kita harus mengawal kualitas makanan MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak dan kelompok penerima lainnya,” kata Robby.
Selain menyoroti pelaksanaan MBG, Robby juga menekankan pentingnya peran Linmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Menurutnya, keberadaan Linmas memiliki posisi strategis karena menjadi garda terdepan dalam membantu menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif.
Karena itu, ia mendorong pemerintah kelurahan untuk menghadirkan inovasi pemberdayaan Linmas agar perannya semakin dirasakan masyarakat. Robby juga menilai anggota Linmas layak mendapatkan dukungan dan apresiasi atas kontribusinya menjaga stabilitas lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Robby turut mengajak masyarakat mendukung berbagai program Tim Penggerak PKK, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan komplikasi persalinan dan penurunan angka kematian ibu.
Ia mengapresiasi berbagai program kewilayahan yang telah berjalan di Kelurahan Ledok meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Menurutnya, inovasi dan semangat gotong royong masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Di bidang lingkungan, Robby menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah organik dan anorganik. Ia juga mendorong optimalisasi bank sampah di setiap kelurahan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus bernilai ekonomi.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga,” ujarnya.
Tak hanya itu, Robby juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong yang tersedia untuk ditanami tanaman produktif guna memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kemandirian masyarakat.
Sementara itu, Lurah Ledok Hery Setianto Wibowo mengatakan Kelurahan Ledok memiliki jumlah penduduk sebanyak 17.658 jiwa dan menjadi salah satu kawasan strategis di Kota Salatiga.
Menurut Hery, Ledok didukung sektor industri, perdagangan, dan jasa yang menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat. Salah satu potensi unggulan wilayah tersebut adalah sentra industri pengolahan singkong di RW 2 Ngaglik.
Selain itu, perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner serta jasa juga terus tumbuh dan berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian warga sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Salatiga.
“Perkembangan UMKM kuliner dan usaha jasa di Ledok turut menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mendukung PAD Kota Salatiga,” kata Hery.

Leave a Reply