Cedera dan Hipotermia, Remaja Pendaki Gunung Lawu Karanganyar Dievakuasi Tim SAR

Cedera dan Hipotermia, Remaja Pendaki Gunung Lawu Karanganyar Dievakuasi Tim SAR
Situasi Basecamp Candi Cetho, Jenawi, Karanganyar, seusai penjemputan remaja pendaki gunung yang mengalami cedera dan hipotermia, Jumat (27/3/2026). (Istimewa/BPBD Karanganyar)

Nusatime.com, KARANGANYAR — Seorang pelajar asal Desa Mrahu, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, AMC, 16, dilaporkan mengalami cedera dan hipotermia saat mendaki di Pos IV pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho, Jenawi, Karanganyar, Jumat (27/3/2026).

Pendaki langsung dievakuasi oleh tim search and rescue (SAR) gabungan pada Jumat pagi. Kondisi remaja tersebut kini sudah sehat dan aman.
Evakuasi dilakukan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan SAR Nasional (Basarnas) serta relawan lainnya.

Ada 16 orang personel yang melakukan penjemputan terhadap pendaki yang cedera tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, kepada Espos, Jumat (27/3/2026), mengungkapkan awalnya ada enam orang yang mendaki Gunung Lawu lewat Candi Cetho pada Kamis (26/3/2026).

Mereka naik mulai pukul 21.00 WIB dan seharusnya turun ke bascamp Candi Cetho pada Jumat pukul 11.00 WIB. “Pada Kamis malam, kami mendapat laporan adanya salah satu pendaki yang kakinya keseleo dan mengalami hipotemia. Pada Kamis malam kondisi hujan sehingga tidak memungkinkan dilakukan penjemputan demi keamanan relawan. Kemudian pada Jumat pagi, tim BPBD bersama Basarnas menjemput pendaki yang cedera tersebut dengan membawa tandu,” jelas Hendro.

Dia menerangkan penjemputan juga dimulai dari basecamp Candi Cetho hingga menuju ke pos III dan pos IV jalur pendakian Gunung Lawu. Dia bersyukur pendaki yang cedera berhasil dievakuasi dan dalam kondisi selamat dan sehat. Dia menjelakan selama menunggu proses penjemputan, pendaki tersebut beristirahat di pos IV.

Dia menjelaskan proses penjemputan dilakukan petugas dari BPBD Karanganyar, Basarnas, TNI, Polri, Forkompimcam Jenawi, Perhutani, LMDH Cetho, dan relawan lainnya, serta warga setempat.‎

Leave a Reply