Libur Lebaran, Antrean Pendaki Gunung Lawu via Cemorosewu Bak “Pasar Malam”

Libur Lebaran, Antrean Pendaki Gunung Lawu via Cemorosewu Bak “Pasar Malam”
Tangkapan layar akun tiktok @oneone3984 yang memperlihatkan antrean panjang pendaki Gunung Lawu via Cemorosewu, Kabupaten Magetan. (Istimewa)

Nusatime.com, MAGETAN — Libur panjang Hari Raya Idulfitri 2026 memicu lonjakan aktivitas pendakian di Gunung Lawu. Salah satu dampaknya terlihat di jalur pendakian Cemorosewu, yang dipadati antrean panjang calon pendaki hingga viral di media sosial. Suasana di lokasi registrasi bahkan disebut-sebut menyerupai pasar malam karena ramainya pengunjung yang memadati area tersebut.

Sebuah video yang diunggah akun TikTok @oneone3984 memperlihatkan ratusan pendaki berbaris memanjang sejak dini hari. Mereka tampak sabar menunggu giliran untuk melakukan registrasi sebelum memulai pendakian. Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan menuai beragam komentar.

Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan antrean panjang memang terjadi dalam beberapa hari terakhir, terutama saat registrasi pendakian tektok dibuka pada pukul 01.00 WIB.

“Sejak tiga hari terakhir antrean memang cukup panjang seperti yang terlihat di video. Mayoritas adalah pendaki tektok yang ingin menikmati momen Lebaran di puncak Lawu,” ujar Mulyadi, Rabu (25/3/2026) malam.

Menurutnya, jumlah pendaki mengalami peningkatan signifikan selama libur Lebaran. Dalam satu hari, jumlah pendaki yang melalui jalur Cemorosewu bisa mencapai lebih dari 500 orang. Tingginya minat tersebut membuat antrean tidak terhindarkan, terutama pada jam-jam awal pembukaan registrasi.

Mulyadi memperkirakan fenomena ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, masa libur Lebaran, khususnya bagi pelajar, masih belum berakhir sehingga potensi lonjakan pendaki tetap tinggi.

“Prediksi kami antrean masih akan terus terjadi sampai libur sekolah selesai. Tidak hanya di Cemorosewu, jalur lain di Gunung Lawu juga mengalami peningkatan jumlah pendaki,” jelasnya.

Dari sisi cuaca, kondisi saat ini dinilai cukup aman untuk aktivitas pendakian. Sebelumnya, jalur sempat ditutup selama bulan Ramadan akibat cuaca ekstrem yang berisiko bagi keselamatan pendaki.

Kini, setelah cuaca membaik dan jalur kembali dibuka, kawasan Gunung Lawu langsung diserbu pendaki yang memanfaatkan momen libur panjang. Meski demikian, Perhutani tetap mengimbau para pendaki untuk mematuhi aturan, menjaga kondisi fisik, serta mengutamakan keselamatan selama melakukan pendakian.

Leave a Reply