Warga Antusias Tukar Uang Koin di Solo Square, Total Capai Belasan Juta Rupiah

Warga Antusias Tukar Uang Koin di Solo Square, Total Capai Belasan Juta Rupiah
Sejumlah warga menukarkan uang pecahan koin atau logam di booth penukaran uang Bank Indonesia (BI) di Solo Square, Minggu (30/8/2026). (Daerah/Dhima Wahyu Sejati)

Nusatime.com, SOLO — Warga berbondong-bondong menukarkan uang pecahan koin atau logam di booth penukaran uang Bank Indonesia (BI) di Solo Square, Minggu (30/8/2026). 

Salah satunya warga asal Sukoharjo, Sati. Ia mengaku memecah celengan yang sudah bertahun-tahun tak pernah tersentuh demi mengikuti program ini.

“Mengumpulkannya lumayan lama, mungkin ada tahunan karena celengannya memang enggak pernah dibuka. Kalau ada uang kembalian langsung masuk celengan, enggak pernah dipakai buat ricik [belanja receh]. Yang menabung juga campur, satu keluarga,” cerita Sati saat ditemui wartawan di lokasi, Minggu.

Sati menjelaskan awalnya ia mendapatkan informasi penukaran koin tersebut dari sebaran brosur digital di grup WhatsApp. Ia pun langsung memindai barcode pendaftaran dan melihat daftar koin yang bisa ditukarkan.

Bermodal informasi tersebut, ia mulai menyortir koin dari celengannya. Mayoritas koin yang ia tabung didominasi oleh pecahan Rp500 dan Rp1.000. Dari hasil memecah celengan keluarganya itu, Sati sukses menukarkan koin menjadi uang kertas senilai Rp488.000 sekaligus membawa pulang hadiah minyak goreng.

Sati mengatakan koin yang ia tukarkan hari ini belumlah seberapa. Ia mengaku tidak membawa seluruh isi celengannya karena sempat kebingungan saat mengisi formulir pendaftaran online.

“Ini tadi yang Rp500-an kan cetakan tahun ’91. Padahal di rumah masih banyak yang tahun 2003, tapi tidak saya bawa karena enggak ada pilihannya di pendaftaran [formulir online]. Ternyata pas sampai sini katanya bisa ditukar, jadi ya telanjur tidak dibawa,” ungkapnya.

2 Hari Tarik 36.000 Keping Koin

Administrator Perkasan Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah BI Solo, Muhammad Faisal Fahmi, menjelaskan layanan jemput bola ini digelar selama tiga hari di Solo Square, mulai Jumat (28/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026). 

Ia menjelaskan tujuannya untuk menarik kembali uang logam yang mengendap di masyarakat agar ditukar menjadi uang kertas, sehingga lebih mempermudah transaksi jual beli.

Faisal mengatakan animo masyarakat sangat tinggi. Banyak warga yang sengaja membongkar celengan anak-anak maupun tabungan sisa kembalian harian mereka.

“Dari segi nominal mungkin terlihat sedikit, tapi dari kepingannya sudah banyak sekali. Hari Jumat terkumpul 14.810 keping senilai kurang lebih Rp6 juta dari 26 orang. Kemudian Sabtu mencapai 21.309 keping atau sekitar Rp9 juta dari 61 orang. Jadi total dua hari kemarin terkumpul sekitar Rp15 juta,” papar Faisal.

Pada hari Minggu siang, jumlah antrean sudah mencapai sekitar 60 orang dan diperkirakan terus bertambah hingga layanan ditutup pukul 18.00 WIB. Bahkan, Faisal mengatakan rekor penukaran terbanyak oleh satu orang dalam periode ini menembus nominal Rp2.300.000 yang murni terdiri dari kepingan Rp100 hingga Rp1.000.

Selain itu, BI Solo juga memberikan minyak goreng sebagai bentuk apresiasi atas usaha masyarakat menyortir dan mengangkut koin-koin tersebut dari rumah. Namun syaratnya, warga minimal menyetorkan 100 keping koin.

“Minimal 100 keping akan mendapatkan satu liter minyak goreng. Biasanya per hari kami sediakan 40 liter. Namun karena hari ketiga ini antusiasmenya tinggi, kami tambah kuotanya menjadi 60 liter,” jelasnya.

Ia melanjutkan seluruh uang logam yang masuk ke BI selanjutnya akan disortir menjadi dua kategori, yakni Uang Layak Edar (ULE) dan Uang Tidak Layak Edar (UTLE). Faisal menegaskan BI menerima koin dalam kondisi apa pun, selama masih memenuhi ketentuan fisik penukaran dan tidak terpotong separuh.

“Uang yang tidak layak edar nanti akan dimusnahkan. Sedangkan yang layak edar akan diputarkan dan edarkan kembali melalui perbankan. Ke depannya, BI Solo akan terus berkolaborasi mengadakan layanan penukaran uang logam serupa di setiap kegiatan sosialisasi,” katanya.

Leave a Reply