2.087 KPM PKH Klaten Mundur Sukarela, Ikuti Wisuda Graduasi Mandiri

2.087 KPM PKH Klaten Mundur Sukarela, Ikuti Wisuda Graduasi Mandiri
KPM PKH di Klaten mengikuti wisuda graduasi setelah secara sukarela mengundurkan diri dari penerima manfaat di Grha Bung Karno Klaten, Selasa (30/6/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Nusatime.com, KLATEN — Sebanyak 2.087 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten secara sukarela mengundurkan diri dari kepesertaan program bantuan sosial tersebut. Mereka mengikuti wisuda graduasi mandiri yang digelar di Grha Bung Karno (GBK) Klaten, Selasa (30/6/2026).

Jumlah KPM yang melakukan graduasi mandiri pada 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 992 KPM mengundurkan diri pada triwulan I dan 1.095 KPM pada triwulan II, sehingga total mencapai 2.087 keluarga. Adapun sepanjang 2025, jumlah KPM yang mengundurkan diri tercatat sebanyak 540 keluarga.

Dari total tersebut, sekitar 1.500 KPM mengikuti prosesi wisuda graduasi mandiri di GBK Klaten. Layaknya acara wisuda, para peserta yang didominasi ibu-ibu mengenakan toga, mengikuti prosesi pemindahan tali toga, dan menerima sertifikat penghargaan dari Kementerian Sosial sebagai tanda telah lulus dari kepesertaan PKH karena dinilai mampu mandiri secara ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Sosial juga menyerahkan secara simbolis Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) kepada perwakilan KPM PKH. Tahun ini, sekitar 1.600 KPM di Klaten menerima bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp5 juta sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan Kementerian Sosial mendapat mandat dari Presiden untuk berperan aktif dalam pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mendorong graduasi mandiri bagi keluarga penerima manfaat.

“Hari ini kami melakukan apa yang menjadi mandat Presiden melalui graduasi. Total ada 2.087 di Kabupaten Klaten,” kata Agus.

Selain graduasi, Kemensos juga memberikan penguatan usaha melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi kepada sekitar 1.600 keluarga dengan bantuan modal usaha masing-masing Rp5 juta.

Agus menjelaskan alasan KPM melakukan graduasi mandiri beragam. Sebagian telah memiliki usaha yang berkembang sehingga merasa tidak lagi membutuhkan bantuan pemerintah. Ada pula yang mendapatkan kesempatan usaha melalui kolaborasi dengan sektor swasta.

“Ada juga yang kami bekerja sama dengan pihak swasta. Hari ini kami launching untuk jualan roti bekerja sama dengan Sari Roti. Kuotanya sekitar 500 penerima manfaat dan sekarang dimulai dari 100 penerima manfaat,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan wisuda graduasi mandiri menjadi penanda bahwa ribuan keluarga telah mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa lagi bergantung pada bantuan sosial pemerintah.

Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi penerima PKH lainnya agar memiliki semangat yang sama untuk meningkatkan taraf hidup.

“Graduasi ini tidak hanya di Klaten, ada juga di Kendal dan Brebes. Mereka sudah bisa berdiri sendiri sehingga tidak memerlukan bantuan sosial lagi. Mereka sudah terangkat dari miskin menjadi berdiri sendiri,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan upaya menekan angka kemiskinan tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Ahmad Luthfi, kolaborasi tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen pada 2025.

“Kolaborasi ini penting untuk mengeroyok masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar bisa dilakukan graduasi,” katanya.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan angka kemiskinan di Kabupaten Klaten juga menunjukkan tren menurun. Pada 2025, angka kemiskinan turun dari 12,04 persen menjadi 11 persen atau berkurang 1,04 persen. Meski demikian, saat ini masih terdapat sekitar 129.680 jiwa yang masuk kategori miskin atau tidak mampu.

Hamenang berharap wisuda graduasi mandiri mampu menumbuhkan optimisme para penerima manfaat untuk terus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Berawal dari mendapatkan bantuan, kemudian muncul semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, lebih layak, sehingga kemudian bisa graduasi dan insyaallah ke depan bisa menjadi lebih sejahtera,” kata Hamenang.

Leave a Reply