Dominasi Penyebab Kebakaran, Warga Klaten Diminta Hindari Bakar Sampah

Dominasi Penyebab Kebakaran, Warga Klaten Diminta Hindari Bakar Sampah
Imbauan tak bakar sampah. (Ilustrasi AI-ChatGPT)

Nusatime.com, KLATEN — Selama setengah tahun pertama 2026, Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten menangani 167 kejadian kebakaran. Penyebab kebakaran didominasi pembakaran sampah.

Berdasarkan data yang dihimpun Espos dari Damkar Klaten, 167 kebakaran itu merupakan data selama Januari-Juli 2026. Objek yang terbakar terdiri dari lahan kosong/tebu (63 objek), rumah/bangunan (34 objek), oven kayu (12 objek), dapur (12 objek), rumpun bambu (9 objek), kandang ternak (7 objek).

Kemudian instalasi listrik (7 objek), tumpukan kayu (7 objek), kebocoran gas (5 objek), TPA/sampah (4 objek), kendaraan/mobil (3 objek), gudang rongsok (3 objek) dan pom mini (1 objek).

Penyebab kebakaran beragam. Mayoritas kejadian kebakaran disebabkan karena pembakaran sampah (62 kejadian). Selain itu, penyebab kebakaran bermula dari korsleting listrik (21 kejadian), overheat (16 kejadian), tungku memasak (16 kejadian), kebocoran gas (7 kejadian), pembakaran lahan (4 kejadian), puntung rokok (2 kejadian), kembang api (2 kejadian) serta satu kejadian disebabkan karena penyalaan lilin.

Dari kejadian kebakaran selama Januari-Juli, Damkar mencatat nilai kerugian material mencapai Rp5 miliar. Sementara aset yang diselamatkan ditaksir Rp4,3 miliar.

Meningkatkan Kewaspadaan

Berkaca dari angka kasus kebakaran tahun sebelumnya, Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino, menjelaskan tren kejadian kebakaran meningkat saat memasuki kemarau antara Juli hingga September. Hal itu termasuk peristiwa kebakaran hutan dan lahan.

Puluhan personel Damkar disiagakan untuk mewaspadai kejadian kebakaran yang cenderung meningkat. “Total personel kami ada 44 orang. Untuk penanganan kebakaran kami siagakan lima unit mobil Damkar,” jelas Sumino saat diwawancarai Espos, Minggu (9/8/2026).

Sumino mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengedepankan langkah-langkah pencegahan. Dia juga mengajak warga untuk menghindari penanganan sampah dengan cara dibakar apalagi di permukiman padat penduduk.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengimbau warga Klaten untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan upaya pengurangan risiko kejadian kebakaran. Dia mencontohkan dengan memastikan tidak ada kompor yang menyala ketika meninggalkan rumah hingga tidak membuang puntung rokok yang masih menyala.

Hamenang juga menjelaskan penanganan sampah di rumah tangga bisa dilakukan tanpa harus dibakar. Sebelumnya, Pemkab Klaten sudah menggencarkan sosialisasi penanganan sampah dengan kegiatan pilah-pilih.

“Sampah organik bisa diolah menjadi kompos. Untuk sampah plastik bisa dibawa ke bank sampah. Beberapa desa sudah menjalankan itu. Kami sosialisasikan lebih masif lagi agar semua desa menerapkan hal yang sama. Insyaallah semua sudah melakukan hal yang sama, tidak ada lagi bakar-bakar sampah,” ungkap Hamenang.

Leave a Reply