3 Kandang di Kedawung Sragen Terbakar, 54.000 Ekor Ayam Mati Terpanggang

3 Kandang di Kedawung Sragen Terbakar, 54.000 Ekor Ayam Mati Terpanggang
Kondisi tiga kandang ayam yang dilalap api di wilayah Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen, Minggu (26/7/2026) dini hari. (Istimewa/Damkar Sragen)

Nusatime.com, SRAGEN — Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, ludes dalam kebakaran yang berlangsung selama kurang lebih 4,5 jam pada Sabtu (25/7/2026) pukul 23.16 WIB. Akibat kebakaran itu sebanyak 54.000 ekor ayam mati terpanggang dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. 

Kebakaran kandang ayam milik tiga orang warga itu membuat panik warga sekitar. Api berkobar sangat hebat dan kobaran api sampai terlihat dari kejauhan. Beruntung tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. 

Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen Tommy Isharyanto kepada Espos, Minggu (26/7/2026), mengungkapkan tim Damkar mendapat laporan tentang kebakaran kandang ayam pada pukul 23.16 WIB.

Tiga unit mobil Damkar, kata dia, diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim Damkar tiba di lokasi pada pukul 23.26 WIB. Pemadaman api membutuhkan waktu empat jam 30 menit dan baru selesai pukul 04.00 WIB. 

“Kandang ayam tersebut milik Samsuri, 38, warga Pengkok RT 004, Desa Pengkok, Kedawung; Kaliyem, 60, warga Pengkok RT 004, Desa Pengkok, Kedawung; dan Pono, 60, warga Bejing RT 012, Desa Kedawung. Kami mendapat informasi kebakaran dari PSC 119 Sukowati, Sragen,” ujarnya. 

Tommy menerangkan lokasi kandang yang terbakar berada di Dukuh Pengkok RT 011, Desa Pengkok, Kedawung, Sragen. Berdasarkan penjelasan penjaga kandang, peristiwa kebakaran bermula saat penjaga menyalakan penghangat ayam menggunakan arang supaya ayam tidak kedinginan. Perapian tersebut kemudian ditinggal. 

1 Orang Terluka

“Tiba-tiba ada percikan api yang mengenai sekam padi. Tidak lama kemudian api tertiup angin sehingga semakin membesar membakar kayu bambu kandang ternak, lalu menjalar ke seluruh kandang. Para anak [penjaga] kandang yang terdiri atas enam orang yang melihat langsung berteriak meminta tolong,” ujar dia. 

Dia menerangkan para penjaga kandang berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Ada warga yang berinisiatif menghubungi PSC 119 Sukowati dan diteruskan ke tim Damkar. Dalam waktu 10 menit, kata dia, Tim Damkar tiba di lokasi. Warga dan Kades Pengkok terus menghubungi Damkar meminta bantuan pemadamam karena api membesar dan tak bisa terkendali. 

“Alhamdulillah dalam waktu empat jam 30 menit, api bisa dipadamkan karena ada tiga kandang ayam yang terbuat dari kayu,” jelas dia. 

Tommy menyatakan sumber api diduga dari pembakaran arang penghangat ayam. Angka pasti nilai kerugian belum bisa diperkirakan, kemungkinan mencapai ratusan juta rupiah. Dia menyebut selain tiga kandang ludes, jelas dia, satu unit mobil dan satu unit motor ikut hangus. 

“Selain itu ada tiga tabung gas, satu unit sound system, satu unit kompor, atap seng rusak, 8.000 ekor ayam berumur 35 hari milik Samsuri hangus; 14.000 ekor ayam berumur 25 hari milik Kaliyem habis; dan 30.000 ekor ayam berumur 16 hari milik Pono mati terbakar,” jelas dia. 

Dia melanjutkan satu orang penjaga kandang mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke klinik terdekat. Proses pemadaman terhambat karena banyaknya warga yang melihat. Pemadaman juga melibatkan BPBD, Polsek Kedawung, TNI, Kedawung Rescue, PSC Sragen,  Poldes, MTA Kedawung, Perangkat desa Pengkok (pak lurah pengkok), dan warga setempat.

Leave a Reply