3 Siswa SD Pangudi Luhur ST Timotius Solo Raih Juara I Codeavour 7.0 Indonesia

3 Siswa SD Pangudi Luhur ST Timotius Solo Raih Juara I Codeavour 7.0 Indonesia
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani (kanan) berbincang dengan tiga siswa SD Pangudi Luhur St Timotius Solo meraih prestasi bergengsi berupa Juara I Nasional dalam ajang Codeavour 7.0 Indonesia melalui inovasi aplikasi pengelolaan sampah bernama Acologic di sekolah setempat, Selasa (19/5/2026). (Istimewa)

Nusatime.com, SOLO — Tiga siswa SD Pangudi Luhur St Timotius Solo meraih prestasi bergengsi yakni Juara I Nasional ajang Codeavour 7.0 Indonesia melalui inovasi aplikasi pengelolaan sampah bernama Acologic.

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, mengapresiasi prestasi tiga siswa SD Pangudi Luhur St Timotius Solo yang berhasil meraih prestasi tersebut. Ia berkunjung ke SD Pangudi Luhur St Timotius Solo didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho.

Tiga siswa kelas V yang berprestasi tersebut yakni Samuel Maverick Linardi, Bara Genibiru, dan Adriel Hielarius Prasetya. Mereka berhasil meraih penghargaan Innovation Spark Award pada kompetisi coding tingkat nasional yang mengangkat tema teknologi, AI, coding, dan robotik untuk generasi muda.

Menurut Astrid, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak Solo memiliki kreativitas dan kemampuan teknologi yang mampu bersaing di tingkat nasional. “Ini sangat membanggakan. Anak-anak sekolah dasar sudah mampu membuat inovasi digital yang tidak hanya kreatif, tetapi juga bermanfaat untuk edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah,” ujar Astrid melalui keterangan tertulis yang diterima Espos, Selasa (19/5/2026).

Aplikasi Acologic dibuat sebagai media pembelajaran interaktif mengenai pengelolaan sampah dan daur ulang. Dalam aplikasi tersebut terdapat beberapa menu edukatif yang dirancang agar mudah dipahami anak-anak.

Menu pertama yakni quiz, berisi kuis pengetahuan tentang jenis sampah, cara memilah sampah, hingga pentingnya menjaga lingkungan. Melalui fitur itu, pengguna diajak belajar dengan cara yang menyenangkan.

Rekomendasi Pengolahan Sampah

Fitur yang paling menarik adalah scanner sampah. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memindai sampah menggunakan kamera, kemudian aplikasi akan membantu mengenali apakah sampah tersebut termasuk organik atau nonorganik.

Selain itu terdapat menu idea yang memberikan rekomendasi pengolahan sampah menjadi barang yang lebih bermanfaat. Misalnya botol plastik kosong dapat diolah menjadi tempat sabun, pot tanaman, maupun kerajinan lain. Sementara kardus bekas dapat dimanfaatkan menjadi mainan edukatif dan berbagai produk kreatif lainnya.

Aplikasi itu juga memberikan ide pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, eco enzyme, hingga pakan maggot. Tujuannya untuk membangun kebiasaan memilah sampah dan meningkatkan kesadaran daur ulang sejak usia dini. Astrid berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Kota Solo.

“Semoga aplikasi ini bisa terus dikembangkan dan nantinya benar-benar diterapkan di masyarakat. Yang terpenting, karya mereka dapat menginspirasi anak-anak lain untuk berani berinovasi dan peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Astrid juga mengapresiasi SD Pangudi Luhur St Timotius Solo yang telah mengenalkan pembelajaran coding kepada siswa sejak dini sehingga mampu melahirkan inovasi dan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Leave a Reply