Nusatime.com, SEMARANG – Kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah (Jateng) selama arus mudik dan balik, serta libur panjang Lebaran 2026 tembus di angka 475.597 orang. Selama kurun waktu 11 hari atau H-7 hingga H+2 tersebut, perputaran uang sedikitnya mencapai Rp47.559.700.000 di sejumlah destinasi tempat wisata.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jateng, kunjungan wisatawan pada H-7 hingga H-1 belum alami kenaikkan signifikan. Namun, seusai H dan seterusnya, kenaikkan melesat tajam sebagai berikut:
– H-7: 19.845 wisatawan
– H-6: 19.201 wisatawan
– H-5: 23.048 wisatawan
– H-4: 22.260 wisatawan
– H-3: 21.604 wisatawan
– H-2: 29.164 wisatawan
– H-1: 28.872 wisatawan
– H: 37.707 wisatawan
– H: 62.748 wisatawan
– H+1: 89.760 wisatawan
– H+2: 121.388 wisatawan
“Dari H-7 sampai H+2, total ada 475.597 wisatawan berkunjung ke wisata Jateng. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 12,43% dibanding periode yang sama [423.010 wisatawan] pada 2025,” kata Kepala Disbudparekraf Jateng, AR Hanung Triyono kepada Espos, Rabu (25/3/2026).
Sedangkan berdasarkan tempat wisata, berikut ini daftar objek wisata yang paling ramai dikunjungi di Jateng:
– Kota Lama Semarang 170.350 wisatawan
– Masjid Agung Demak 99.929 wisatawan
– Makam Sunan Kalijaga Demak 48.871 wisatawan
– Pantai Menganti Kebumen 34.661 wisatawan
– Candi Borobudur Magelang 32.858 wisatawan
– Taman Wisata Candi Prambanan Klaten 32.412 wisatawan
– Owabong Purbalingga 12.062 wisatawan
– Guci Tegal 11.508 wisatawan
– Baaturraden Banyumas 10.579 wisatawan
Hanung pun sepakat bila per orang yang berkunjung ke satu tempat wisata minimal bisa menghabiskan uang Rp100.000 per hari. Praktis, perpuataran ekonomi di tempat wisata selama H-7 hingga H+2 mencapai Rp47.559.700.000.
“Kalau minimal [Rp100.000] per orang, ya bisa,” ucapnya.
Meski suasana Lebaran telah usai, Hanung berpesan untuk setiap destinasi wisata di 35 kabupaten/kota melakukan evaluasi. Langkah ini, diperlukan guna meningkatkan layanan sekaligus menjaga layanan bagi wisatawan.
“Untuk pelaku wisata agar dievaluasi kejadian yang ada selama Lebaran untuk perbaikan berkelanjutan. Lalu terima kasih kepada para wisatawan yng menggerakkan wilayah-wilayah aglomerasi di Jawa Tengah,” ucapnya.

Leave a Reply