Nusatime.com, KARANGANYAR — Sebanyak 582 calon haji asal Kabupaten Karanganyar telah menyelesaikan seluruh persiapan untuk keberangkatan ibadah haji tahun 2026. Mereka terbagi dalam dua kloter, yaitu kloter 58 dan 59.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karanganyar, Sofyan Hadi, mengatakan seluruh tahapan mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelunasan biaya perjalanan, pengurusan dokumen, hingga penyusunan kloter sudah selesai. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu penerbitan visa dan jadwal keberangkatan resmi dari pemerintah pusat.
“Semua proses persiapan bagi calon jemaah haji Karanganyar sudah rampung. Kini tinggal menunggu penerbitan visa dan keberangkatan,” ujar Sofyan, Sabtu (7/3/2026).
Ia menambahkan, hingga saat ini tercatat dua calon haji meninggal dunia. Posisi mereka telah digantikan oleh jemaah cadangan sesuai antrean yang telah ditetapkan. Dengan demikian, jumlah jemaah yang berangkat tetap 582 orang.
Kemenaj Karanganyar juga mencatat calon jemaah haji termuda asal Karanganyar bernama Jihad Aaqil Alfirdaus, berusia 20 tahun dari Tuban, Gondangrejo. Sementara calon jemaah tertua bernama Harsono, 90 tahun dari Salam, Karangpandan.
Sofyan mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan fisik menjelang keberangkatan. Ia menyarankan para calon jemaah haji memanfaatkan waktu lebih dari satu bulan sebelum berangkat untuk latihan fisik ringan dan menjaga pola makan.
Selain itu, Kemenaj Karanganyar juga akan menggelar pembinaan bagi ketua regu dan ketua rombongan jemaah. Tujuannya agar mereka siap mendampingi para jemaah selama proses keberangkatan dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Kami akan mengundang ketua regu dan ketua rombongan pada pertengahan Mei untuk pembinaan agar siap mendampingi jemaah di Tanah Suci. Hal ini penting agar proses ibadah haji berjalan aman, tertib, dan lancar,” imbuh Sofyan.
Sementara terkait dengan jemaah umrah menyusul adanya ketegangan di Timur Tengah, ia mengatakan hingga saat ini belum menerima laporan adanya kendala maupun keterlambatan kepulangan jemaah umrah asal Karanganyar di Tanah Suci. Meski demikian, pihak Kementrian Haji dan Umrah Karanganyar berencana melakukan langkah proaktif dengan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah biro perjalanan umrah dalam waktu dekat.
Sofyan menjelaskan berbeda dengan ibadah haji yang dikelola penuh oleh pemerintah, status Kemenaj dalam ibadah umrah adalah sebagai regulator dan pengawas. Hal ini membuat pendataan jemaah sangat bergantung pada laporan aktif dari masing-masing Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
“Sampai saat ini belum ada laporan kaitan jemaah umrah yang dari Karanganyar apakah tertunda kepulangannya atau ada hambatan. Karena kami tidak punya database langsung seperti haji, selama biro tidak melapor, kami anggap semuanya berjalan baik dan lancar,” ujar Sofyan.
Sofyan menambahkan, mayoritas PPIU yang beroperasi di Karanganyar merupakan kantor cabang, sehingga proses pemberangkatan biasanya dikendalikan oleh kantor pusat di Jakarta. Namun, untuk menjamin keamanan jemaah, pihaknya berencana menghubungi satu per satu pengelola biro perjalanan yang terdaftar untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Saya punya rencana untuk menelepon satu per satu PPIU yang ada di Karanganyar yang sudah melaporkan keberadaannya kepada tim,” ujarnya.
Rencananya, proses pengecekan intensif ke biro-biro umrah ini akan mulai dilakukan pada hari Senin mendatang. Kementrian Haji dan Umrah mengimbau kepada seluruh pengelola travel umrah di Karanganyar untuk proaktif melaporkan kondisi jemaah mereka, terutama jika terdapat perubahan jadwal penerbangan yang dapat berdampak pada kenyamanan ibadah jemaah di Arab Saudi.
Leave a Reply