Nusatime.com, MADIUN — PT KAI Daop 7 Madiun memperingatkan kepada masyarakat untuk tidak membakar jerami atau sampah di dekat jalur rel kereta api. Asap yang ditimbulkan bisa berbahaya terhadap perjalanan kereta api.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan pada musim kemarau ini banyak semak-semak, ilalang, dan jerami yang kering di sepanjang jalur kereta api. Masyarakat diimbau keras supaya tidak membakar jerami atau sampah di dekat jalur rel karena berpotensi memicu kebakaran yang cepat meluas akibat hembusan angin.
Menurut dia, tindakan membakar lahan, jerami, maupun sampah di area sekitar jalur KA sangat berbahaya dan berpotensi besar mengganggu hingga membahayakan perjalanan kereta api. Terlebih sebagian besar jalur KA di wilayah Daop 7 Madiun melintasi area persawahan.
Pada musim kemarau seperti saat ini, kombinasi antara material kering dan angin kencang membuat api sekecil apa pun akan sangat cepat menjalar menuju ruang manfaat jalur KA.
“Tantangan keselamatan ini terbukti dari laporan terbaru PPKA Stasiun Walikukun yang meneruskan informasi dari Pusat Pengendali Perjalanan KA Daop 6 Yogyakarta, dilaporkan di KM 216+500 pertak jalan antara Stasiun Walikukun-Kedungbanteng terdapat aktivitas pembakaran jerami yang apinya mendekati ruang manfaat jalur kereta api akibat tertiup angin,” jelas dia, Selasa (14/7/2026).
Tohari menuturkan jika terjadi kebakaran atau kepulan asap tebal di dekat jalur KA, masinis yang melintas wajib mengambil tindakan preventif dengan mengurangi kecepatan kereta api. Bahkan, KA menghentikan perjalanan secara luar biasa. Langkah darurat ini diambil untuk memastikan bahwa dampak kebakaran tidak membahayakan rangkaian KA, penumpang, maupun fasilitas operasi.
“Keselamatan adalah urat nadi dari seluruh operasional KAI. Sesuai dengan prosedur, Masinis yang melihat potensi bahaya kebakaran akan segera melaporkan gangguan tersebut kepada Pusat Pengendali Perjalanan KA [Pusdal]. Laporan ini kemudian diteruskan secara real-time kepada unit pengamanan, fasilitas jalan rel, serta KA-KA selanjutnya yang akan melewati petak jalan tersebut guna mengantisipasi risiko lebih lanjut,” jelas Tohari.
Lebih lanjut, bahaya dari pembakran jerami, ilalang, dan sampah ini tidak boleh diremehkan. Selain asap tebal yang dapat menghalangi pandangan masinis, kobaran api yang menjalar cepat akibat angin kencang berisiko tinggi memicu insiden fatal jika menyambar bagian lokomotif atau kereta penumpang.
“Potensi bahaya jauh lebih besar apabila yang melintas adalah kereta api barang yang membawa muatan logistik atau bahan yang mudah terbakar,” ujar dia.

Leave a Reply