BMKG Catat 1.598 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 di NTT

BMKG Catat 1.598 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 di NTT
Anggota Paskibraka melakukan persiapan sebelum menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di area Kantor Bupati Manggarai yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di NTT, Senin (17/8/2026). Upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI tersebut diselenggarakan di tengah suasana pascabencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah NTT yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj)

Nusatime.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.598 gempa susulan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pemantauan aktivitas gempa masih terus dilakukan oleh tim teknis di lapangan untuk mengantisipasi risiko susulan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

“Sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3 dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa,” ujar Faisal saat ditemui di Istana Negara, Senin (17/8/2026), dilansir Bisnis.com.

Menurut dia, BMKG telah mengerahkan sejumlah personel ke berbagai lokasi terdampak sejak awal kejadian. Para petugas berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan tim SAR dalam penanganan darurat serta evakuasi warga.

Faisal mengatakan aktivitas gempa diperkirakan masih membutuhkan waktu untuk meluruh. Karena itu, perbaikan struktur bangunan atau retrofitting maupun pembangunan kembali fasilitas dan hunian warga yang rusak belum dapat dilakukan secara optimal sebelum aktivitas seismik menurun.

“Tetapi kita terus masih memantau terkait dengan peluruhannya, kemungkinan dalam 2–3 minggu ke depan dia akan meluruh sehingga kita mulai dapat melakukan retrofitting,” katanya.

Pemantauan intensif akan terus dilakukan untuk memastikan adanya tren penurunan aktivitas seismik sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi fisik di wilayah terdampak.

47 Orang Meninggal Dunia

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 47 orang meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 7,7 di wilayah NTT.

Data sementara tersebut tercatat hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB.

BNPB memerinci korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Manggarai Barat satu orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.

Selain korban meninggal dunia, petugas juga mengevakuasi dan memberikan perawatan medis kepada warga yang mengalami luka-luka.

Kerusakan bangunan juga terjadi di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan data hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 17.00 WIB, tercatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

BMKG bersama pemerintah daerah, BPBD, dan tim SAR masih melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak dari gempa susulan.

Leave a Reply