Bocah 8 Tahun Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara, Tim SAR Masih Mencari

Bocah 8 Tahun Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara, Tim SAR Masih Mencari
Ilustrasi ombak laut tinggi (Freepik.com)

Nusatime.com, BANTUL — Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di kawasan Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Seorang bocah berusia 8 tahun dilaporkan terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Minggu (5/7/2026). Hingga Minggu sore, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

Korban diketahui bernama M Bara Rizki Wardana, warga Modalan, Banguntapan, Bantul. Peristiwa itu terjadi saat korban berwisata bersama keluarganya.

Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto, mengatakan laporan kejadian langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim penyelamat ke lokasi.

“Begitu menerima laporan adanya anak yang diduga terseret ombak di Pantai Goa Cemara, tim langsung bergerak melakukan pencarian,” ujar Pipit, Minggu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga korban tiba di Pantai Goa Cemara sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu korban bersama ayahnya, Windi Tri Widiyanto (41), sempat mencari kepiting di sekitar pantai.

Setelah selesai beraktivitas, korban hendak membersihkan kaki dan tangan di tepi pantai. Namun, ombak tiba-tiba datang dari arah samping dan menyeret tubuh korban ke tengah laut.

Ombak Datang Tiba-Tiba

Peristiwa berlangsung sangat cepat sehingga keluarga maupun warga di sekitar lokasi tidak sempat memberikan pertolongan. Korban langsung terbawa arus sebelum berhasil diselamatkan.

Saksi mata, Lolok Susila, 42, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas sehingga proses pencarian dapat segera dilakukan.

Tim SAR gabungan langsung menyisir lokasi terakhir korban terlihat dengan menyesuaikan metode pencarian terhadap kondisi gelombang dan arus laut di kawasan Pantai Selatan.

“Pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian dan sepanjang garis pantai. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam operasi ini,” kata Pipit.

Selain melakukan penyisiran di laut, petugas juga memperluas pemantauan di sepanjang garis pantai untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus ke lokasi lain. Tingginya gelombang menjadi tantangan dalam proses pencarian.

Basarnas DIY kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan Pantai Selatan yang dikenal memiliki karakter ombak kuat dan datang secara tiba-tiba.

Wisatawan diimbau tidak bermain terlalu dekat dengan bibir pantai meskipun kondisi laut terlihat tenang. Orang tua juga diminta memperketat pengawasan terhadap anak-anak serta mematuhi rambu keselamatan dan arahan petugas.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan lengah, selalu perhatikan peringatan dari petugas agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Leave a Reply