Nusatime.com, SOLO — Wali Kota Solo, Respati Ardi, memberikan tanggapan terkait banyaknya kritik yang dilontarkan warganet terhadap lomba pembuatan desain seragam baru petugas parkir atau juru parkir yang diadakan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo.
Menurut dia, seragam baru bagi petugas parkir di Zona B nantinya menjadi momentum penting peningkatan pelayanan atau kinerja perpakiran di Kota Bengawan. Pada seragam itu akan tertera logo QRIS untuk pembayaran cashless.
“Jadi ini akan menjadi momentum awal dan penting, di mana seragam ini nanti didesain ulang karena ada logo QRIS-nya di zona B. Ini nanti langsung diuji coba untuk pembayaran cashless jukir,” tutur dia saat diwawancarai Espos, Minggu (17/5/2026).
Respati meyakini seragam baru jukir di mana terdapat logo QRIS akan sangat membantu dalam upaya meningkatkan kinerja atau pelayanan kepada masyarakat. Dia menyadari pelayanan perparkiran merupakan salah satu sektor yang perlu untuk ditingkatkan.
“Untuk membenahi kinerja, kami mohon waktu, kami serius sekali untuk membenahi kinerja para jukir, menertibkan jukir-jukir yang belum baik. Kami siapkan dengan matang,” tegas dia.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo menggelar lomba membuat desain seragam baru petugas parkir dengan hadiah total Rp8 juta. Lomba yang terbuka untuk umum itu telah dipublikasikan oleh Dishub Solo melalui akun Instagram mereka.
Lomba itu diberi nama Bikinin Seragam Parkir Solo Dong!. Flyer lomba itu menggunakan gambar Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengenakan seragam petugas parkir. Batas akhir pengumpulan karya berupa desain seragam petugas parkir yaitu 31 Mei 2026.
“Saatnya karya terbaikmu jadi bagian wajah baru seragam juru parkir Solo zona B biar makin tertib, fungsional, dan punya identitas resmi khas Kota Solo serta jangan lupa harus ada QRIS,” bunyi informasi itu.
Disampaikan juga hadiah total Rp8 juta terdiri Rp5 juta untuk Juara I, Rp2 juta untuk Juara II, dan Rp1 juta untuk Juara III. Lomba pembuatan desain seragam petugas parkir mendapat respons beragam warganet.
Tapi cukup banyak warganet yang mengkritik kegiatan lomba pembuatan desain seragam petugas parkir itu. Sebab menurut mereka yang paling penting justru memikirkan ke mana larinya pemasukan dari retribusi parkir. Warganet mengungkapkan banyak petugas parkir tidak memberikan karcis parkir.

Leave a Reply