Petasan Rakitan Meledak, Remaja Ponorogo Alami Luka Bakar Hampir 20%

Petasan Rakitan Meledak, Remaja Ponorogo Alami Luka Bakar Hampir 20%
Kondisi KA, 13, remaja asal Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo yang terluka akibat petasan rakitannya sendiri saat dirawat di ruang IGD RSUD dr Harjono, Jumat (20/3/2026). (Istimewa)

Nusatime.com, PONOROGO — Petasan rakitan kembali memakan korban di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Seorang remaja berinisial KA (13) mengalami luka bakar serius saat menyalakan petasan buatannya sendiri, Kamis (19/3/2026) malam.

Korban yang merupakan warga Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, itu kini harus menjalani perawatan intensif akibat luka yang dialaminya.

Peristiwa terjadi saat korban bersama temannya, NA (13), merakit sekaligus menguji petasan yang mereka pelajari dari media sosial. Keduanya mencoba membuat petasan secara mandiri tanpa pengawasan orang dewasa.

Namun saat dinyalakan, petasan tersebut tidak meledak sebagaimana mestinya. Percikan api justru menyambar bahan mesiu di sekitar korban hingga memicu kobaran api. Api dengan cepat membesar dan mengenai tubuh korban.

Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Harjono Ponorogo, Mega Citra, mengatakan korban mengalami luka bakar cukup serius saat tiba di rumah sakit.

“Hasil pemeriksaan, luka bakar sekitar 19,5% di bagian wajah, tangan, dan kaki. Sudah dilakukan perawatan luka, pemberian obat, dan infus,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Karena membutuhkan penanganan lanjutan, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit lain untuk tindakan lebih intensif.

Meski mengalami luka cukup luas, kondisi korban saat ini dilaporkan stabil, sadar, dan memiliki tekanan darah yang baik.

“Kami terus memantau kondisi pasien dan memberikan penanganan terbaik,” tambahnya.

Sementara itu, polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil penyelidikan awal, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 91 selongsong petasan, sisa bahan mesiu, serta bungkus paket daring yang diduga digunakan untuk membeli bahan pembuatan petasan.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi mendalami asal-usul bahan serta potensi daya ledak petasan yang dinilai berbahaya.

Leave a Reply