Dari Boyolali, Karya Difabel Binaan Pertamina Patra Niaga Menginspirasi

Dari Boyolali, Karya Difabel Binaan Pertamina Patra Niaga Menginspirasi
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menghadirkan booth kegiatan dan produk dari kelompok penyandang disabilitas binaan dalam Pembukaan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Kabupaten Boyolali Tahun 2026. (Istimewa)

Nusatime.com, BOYOLALI-Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Fuel Terminal Boyolali berkesempatan untuk berbagi semangat inklusi dan pemberdayaan melalui karya penyandang disabilitas binaannya dalam kegiatan Pembukaan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Kabupaten Boyolali Tahun 2026 yang diselenggarakan di Pendapa Gedhe, Alun-Alun Kidul, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli; Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Sugeng Heri Suseno; Bupati Boyolali, Agus Irawan; serta berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah dan dunia usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Boyolali mengundang Pertamina Patra Niaga untuk menghadirkan booth kegiatan dan produk dari kelompok penyandang disabilitas binaannya.

Pertamina menggandeng empat kelompok binaan, yaitu Kresna Patra, Pandawa Patra, Sriekandi Patra, dan Difabel Ampel, yang menampilkan berbagai karya dan aktivitas produktif, mulai dari mesin jahit ramah difabel, batik inklusif, integrated farming berbasis Internet of Things (IoT), hingga kendaraan modifikasi untuk layanan pengantaran gas.

Menurut Sugeng, kehadiran booth ini bukan sekedar pameran produk, melainkan bentuk pengakuan atas kemampuan dan kontribusi nyata penyandang disabilitas dalam pembangunan ekonomi daerah dan perluasan kesempatan kerja. 

“Difabelpreneur merupakan inisiatif yang sangat luar biasa karena memberikan kesempatan nyata bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan mandiri. Ini bukan hanya tugas Kementerian Ketenagakerjaan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kami berharap model pemberdayaan seperti ini dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan harapan agar Pertamina Patra Niaga dapat terus memberikan dukungan terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas melalui program-program yang telah berjalan.

Pada kesempatan yang sama, Pertamina juga menerima apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Boyolali atas kolaborasinya dalam kegiatan pelatihan dan penempatan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas bersama perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Boyolali.

Fuel Terminal Manager Boyolali, Fikri Rahmaniar, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung terwujudnya kesetaraan bagi penyandang disabilitas melalui program pemberdayaan yang berfokus pada aspek ekonomi dan pendidikan.

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menghadirkan booth kegiatan dan produk dari kelompok penyandang disabilitas binaan dalam Pembukaan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Kabupaten Boyolali Tahun 2026. (Istimewa)
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menghadirkan booth kegiatan dan produk dari kelompok penyandang disabilitas binaan dalam Pembukaan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Kabupaten Boyolali Tahun 2026. (Istimewa)

“Kami berkomitmen untuk mendukung kesetaraan bagi penyandang disabilitas melalui program pemberdayaan yang mendorong kemandirian di bidang ekonomi dan pendidikan. Semangat ini sejalan dengan prinsip Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu no one left behind, sehingga teman-teman penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkarya dan berkembang,” kata Fikri.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ruang yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas serta memperluas dampak program pemberdayaan secara berkelanjutan.

“Kami meyakini bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas tidak hanya tentang menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Kehadiran kelompok binaan Pertamina dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, penyandang disabilitas mampu menghasilkan karya yang bernilai dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ke depan, kami berharap praktik baik yang lahir dari Boyolali dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya. (NA)

Leave a Reply