Isu Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla Mengemuka, Istana: Tak Benar

Isu Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla Mengemuka, Istana: Tak Benar
Petugas dari Manggala Agni Sumatera XVI-Lahat berusaha memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (11/8/2026). Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas periode Januari hingga 9 Agustus 2026 mencapai 48.889,69 hektare yang terdiri dari Sumatera Selatan 664,87 hektare, Kalbar sekitar 28.680,47 hektare, disusul Riau 15.551,76 hektare, Kalteng 3.069,52 hektare, Jambi sekitar 540 hektare, dan Kalsel 383,07 hektare sedangkan secara keseluruhan karhutla sudah membakar 107 ribu hektare hutan dan lahan di Indonesia. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/bar)

Nusatime.com, JAKARTA — Isu mengenai pengusaha tambang dan perkebunan sawit, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, ditunjuk sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mengemuka di media sosial. Terkait hal ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantahnya.

Prasetyo Hadi menegaskan informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar. Menurutnya, pemerintah memang meminta seluruh pihak untuk ikut membantu penanganan karhutla, tetapi tidak menunjuk Haji Isam sebagai koordinator.

“Enggak ada. Tidak ada. Tidak benar itu,” kata Prasetyo seusai menghadiri akad nikah Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovy di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Prasetyo menanggapi informasi tersebut setelah isu penunjukan Haji Isam sebagai koordinator penanganan karhutla di Kalimantan ramai beredar dan menjadi perbincangan di media sosial.

“Siapa yang mengembuskan isunya itu?” ujarnya.

Dia mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta menganggap informasi yang menjadi tren di media sosial sebagai informasi yang benar. Menurutnya, banyak informasi yang menjadi trending topic, tetapi belum tentu sesuai dengan fakta.

“Di medsos itu kan sampai trending begitu, tapi ya memang enggak ada. Medsos kan banyak trending tapi belum tentu itu yang benar, itu yang jadi masalah,” kata Prasetyo.

Meski demikian, Prasetyo membenarkan bahwa pemerintah membuka ruang bagi seluruh pihak untuk membantu penanganan karhutla. Namun, keterlibatan tersebut tidak berarti pihak tertentu diberikan kewenangan sebagai koordinator penanganan kebakaran.

“Oke, bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya. Tapi kalau menjadi koordinator itu tidak, karena kewenangannya bukan di situ,” ujarnya.

Prasetyo menjelaskan pemerintah pusat telah membagi penanganan karhutla berdasarkan wilayah dengan menugaskan sejumlah pejabat setingkat menteri untuk memberikan perhatian dan mengoordinasikan penanganan di daerah masing-masing.

“Dan kita pemerintah pusat juga sudah menunjuk beberapa pejabat setingkat menteri untuk kita berbagi wilayah,” katanya.

Menurut Prasetyo, pembagian tugas tersebut mencakup sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Jadi ada yang memang kita bagi tugas untuk atensi untuk wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan seterusnya. Memang kita atur seperti itu,” ujarnya.

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Istana Bantah Tunjuk Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla di Kalimantan

Leave a Reply