Nusatime.com, SUKOHARJO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menunjukkan keseriusan dalam berkontribusi menjaga program prioritas swasembada pangan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan produksi padi sebanyak 8.925 ton atau sekitar 5,50% dari 162.196 ton pada 2025 menjadi 171.121 ton hingga Oktober 2026.
Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, di sela-sela kegiatan tasyakuran panen padi di Kelompok Tani Ngudi Boga, Kelurahan Begajah, Kecamatan Sukoharjo, Jumat (6/11/2026). Turut hadir Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rachmat, perwakilan Pupuk Indonesia, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, serta puluhan petani.
Dalam kesempatan itu, Plt. Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, dan Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rachmat, melakukan panen padi menggunakan mesin combine harvester. Sapto, sapaan akrabnya, kemudian menyerahkan bantuan sarana pertanian kepada anggota kelompok tani.
Saat memberikan sambutan, Sapto mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para petani yang telah bekerja keras untuk menggenjot produksi padi sekaligus menjaga program prioritas swasembada pangan.
“Setiap bulir nasi yang dinikmati masyarakat merupakan hasil jerih payah dan keringat para petani. Para petani ini garda terdepan dan pahlawan swasembada pangan. Tanpa kerja keras mereka, program prioritas Bapak Presiden Prabowo tidak akan berjalan maksimal,” kata dia.
Menurut Sapto, para petani memberikan kontribusi maksimal dalam peningkatan produksi padi di Sukoharjo. Pada 2025, produksi padi di Sukoharjo mencapai 162.196 ton. Sementara itu, produksi padi hingga Oktober 2026 mencapai 171.121 ton atau meningkat 8.925 ton atau sekitar 5,50%.
Luas panen padi juga meningkat dari 41.363 hektare menjadi 45.478 hektare atau bertambah sekitar 7,35%.
“Apalagi saat ini, harga gabah hasil panen di tingkat petani sedang bagus. Berkisar Rp8.000-Rp8.100 per kilogram. Sehingga, tentu berdampak terhadap kesejahteraan para petani,” ujar dia.
Indeks Tanam Meningkat
Indeks pertanaman Sukoharjo juga mengalami peningkatan. Pada tahun lalu, nilai indeks pertanaman mencapai 210,92. Kini, nilai indeks pertanaman meningkat menjadi 226,42. Dari sisi produksi beras, Sukoharjo menduduki peringkat ke-13 di Jawa Tengah.
Capaian produksi padi tersebut menjadi bukti keberhasilan sektor pertanian dalam menjaga kedaulatan dan swasembada pangan.
“Keberhasilan itu ditopang dengan infrastruktur pertanian yang memadai, sarana dan prasarana pertanian, serta komitmen pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian,” papar Sapto.
Sementara itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rachmat, menerangkan Sukoharjo telah membuktikan diri sebagai lumbung padi nasional dengan peningkatan produksi padi di tengah fenomena El Nino. Dia membandingkan kondisi tersebut dengan petani di daerah lain yang saat ini baru mulai menanam benih. Sementara itu, petani di Sukoharjo telah melangkah lebih jauh karena sudah memanen padi.
Pemerintah pusat bakal bersinergi dengan Pemkab Sukoharjo untuk terus meningkatkan indeks pertanaman. Dengan demikian, diharapkan para petani mampu memanen padi tiga kali dalam setahun.
“Sukoharjo juga menjadi tempat belajar sektor pertanian bagi daerah lain. Produksi padinya selalu meningkat dan banyak inovasi-inovasi yang mendukung pengembangan pertanian modern,” urai dia.

Leave a Reply