Nusatime.com, SUKOHARJO—Berada di lingkungan pendidikan yang mengedepankan wawasan global tidak membuat siswa SMPII Al Abidin Sukoharjo jauh dari budaya daerah. Hal itu dibuktikan Kenzie Apta Abyasa yang berhasil meraih Juara 3 dalam lomba Nembang Macapat pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Sukoharjo.
Kompetisi tersebut diikuti oleh 71 sekolah se-Kabupaten Sukoharjo. Kenzie tampil percaya diri mengenakan busana adat Jawa lengkap dengan blangkon. Ia membawakan tembang macapat dengan menunjukkan kemampuan vokal, ketepatan pelafalan bahasa Jawa, serta penghayatan terhadap makna tembang yang dibawakan.
Prestasi Kenzie menjadi salah satu gambaran bagaimana SMPII Al Abidin Sukoharjo memadukan wawasan global dengan kecintaan terhadap budaya lokal. Sebagai sekolah yang memiliki program unggulan Cambridge, Tahfidz, dan ICT, sekolah tetap memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan budaya daerah.
Melalui berbagai program tersebut, siswa tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan akademik dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga dibekali nilai keislaman serta karakter yang dekat dengan lingkungan dan budaya sendiri.
Konsep pendidikan tersebut juga didukung dengan pembiayaan yang realistis sehingga pendidikan berwawasan internasional dapat diakses oleh lebih banyak keluarga.
Kepala SMPII Al Abidin Sukoharjo, Sari Melati Kusuma Astuti, S.Pd., Gr., mengatakan bahwa prestasi Kenzie menjadi kebanggaan bagi sekolah. Menurutnya, kemampuan siswa untuk mengenal budaya sendiri merupakan bagian penting dari pendidikan.
“Anak-anak kami didorong untuk memiliki wawasan global, tetapi tetap mengenal dan mencintai budaya sendiri. Prestasi Kenzie dalam nembang macapat menjadi salah satu contoh bahwa keduanya bisa berjalan bersama,” ujarnya.
Keberhasilan Kenzie diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya untuk berani mengeksplorasi berbagai potensi, termasuk di bidang seni dan budaya. Bagi sekolah, prestasi tersebut bukan hanya tentang memenangkan perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan generasi yang mampu melangkah ke dunia global tanpa kehilangan akar budayanya. (NA)

Leave a Reply