Nusatime.com, HAVANA — Kuba kembali mengalami pemadaman listrik total setelah jaringan kelistrikan nasional mengalami keruntuhan menyeluruh pada Senin (6/7/2026) waktu setempat. Pemerintah segera mengaktifkan protokol pemulihan untuk mengembalikan pasokan listrik secara bertahap.
Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba menyatakan gangguan tersebut menyebabkan sistem kelistrikan nasional terputus sepenuhnya.
“Telah terjadi pemutusan total sistem kelistrikan. Protokol pemulihan telah diaktifkan,” demikian pernyataan kementerian melalui akun resminya di platform X.
Perusahaan pengelola listrik nasional, Union Electrica de Cuba (UNE), kemudian mengumumkan bahwa hingga pukul 14.00 waktu setempat salah satu unit pembangkit listrik telah kembali beroperasi.
“Salah satu unit pembangkit di Energás Boca de Jaruco telah kembali beroperasi,” tulis UNE.
Pembangkit Listrik Termal Energás Boca de Jaruco yang berada di Santa Cruz del Norte, Provinsi Mayabeque, memiliki kapasitas pembangkitan sedikitnya 313 megawatt (MW).
Pemadaman listrik kali ini menjadi yang ketiga kalinya terjadi di Kuba sepanjang 2026. Kondisi tersebut menunjukkan sistem produksi dan distribusi energi di negara kepulauan Karibia itu masih belum stabil.
Krisis energi di Kuba juga diperburuk oleh kebijakan Amerika Serikat yang pada akhir Januari lalu memberlakukan embargo minyak terhadap negara tersebut. Washington juga mengancam akan mengenakan tarif terhadap impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.
Pemerintah Kuba menilai embargo energi tersebut digunakan Amerika Serikat untuk menekan perekonomian negara itu sehingga memperburuk kondisi kehidupan masyarakat.
Menurut pemerintah Kuba, kebijakan tersebut memperparah kelangkaan bahan bakar yang berdampak pada sektor transportasi, produksi pangan, layanan kesehatan, hingga pendidikan.

Leave a Reply