Nusatime.com, KARANGANYAR — Rumah milik Poyo di Dusun Jumok RT 003/RW 006, Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar, terbakar pada Jumat (21/8/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu kompor yang lupa dimatikan hingga api merembet ke tumpukan kayu di dapur.
Saat kebakaran terjadi, rumah tersebut dalam kondisi kosong karena pemilik rumah sedang berada di luar.
Salah seorang warga sekaligus pelapor kebakaran, Intan, mengatakan berdasarkan informasi yang diketahuinya, api diduga berasal dari pawon atau dapur yang masih menyala.
“Pawonnya itu masih nyala kemungkinan. Di dapur yang kotor itu banyak kayu-kayu juga. Akhirnya langsung merembet,” kata Intan kepada Espos.
Menurut Intan, rumah yang terbakar merupakan rumah milik neneknya. Rumah tersebut biasanya ditempati sang nenek bersama anaknya. Saat kejadian, nenek Intan sedang berada di luar rumah.
“Rumah itu waktu kejadian nggak ada orang. Mbah saya sedang pergi,” ujarnya.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 08.30 WIB. Ayah Intan yang hendak berangkat kerja dan melintas di sekitar lokasi melihat api sudah membesar. Dia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Api dengan cepat merembet karena di sekitar dapur terdapat banyak kayu. Kobaran api kemudian melalap bagian dapur sebelum menjalar ke rumah utama.
Dapur dan Hampir Separuh Rumah Terbakar
Intan mengatakan bagian dapur mengalami kerusakan paling parah. Sementara itu, hampir separuh bangunan rumah utama ikut terbakar.
“Yang kebakaran dapurnya semua habis. Rumah utamanya hampir separo juga habis. Tinggal bagian depan, satu kamar sama teras,” jelasnya.
Sejumlah barang milik keluarga juga ikut terbakar. Barang-barang tersebut antara lain pakaian, perkakas rumah tangga, serta bahan kebutuhan pokok seperti beras dan gula.
“Kalau kebanyakan pakaian, sama perkakas punya anak-anak. Sembako seperti beras dan gula juga banyak yang terbakar,” ungkap Intan.
Setelah kejadian, keluarga berencana memperbaiki rumah tersebut. Untuk sementara, penghuni rumah kemungkinan tinggal di rumah Intan yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Intan mengatakan sejumlah pihak telah datang untuk melakukan pendataan dan survei. Namun, dia belum mengetahui apakah keluarga tersebut akan mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun pihak lainnya.
“Tadi sudah banyak yang survei dan mendata. Ada beberapa pihak yang datang. Untuk bantuan keluar atau tidak, saya kurang tahu,” ujarnya.
Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Karanganyar Danang Kusuma Wardana mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 08.37 WIB.
Menurut keterangan saksi, api mulai muncul sekitar pukul 08.20 WIB. Dugaan sementara, kebakaran dipicu kompor yang lupa dimatikan kemudian api merembet ke tumpukan kayu.
Setelah menerima laporan, petugas Damkar Karanganyar langsung menuju lokasi dengan waktu respons sekitar 10 menit. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB.
Dalam proses penanganan, Damkar Karanganyar dibantu Polsek Karanganyar, Koramil Karanganyar, dan BPBD Karanganyar. “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB,” ujarnya.
Danang memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
“Untuk korban nihil. Kerugian materiil masih belum bisa ditaksir,” jelasnya.
Dia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan kompor atau sumber api di rumah. Kompor sebaiknya dipastikan sudah dalam kondisi mati sebelum penghuni meninggalkan rumah, terlebih jika di sekitar dapur terdapat bahan yang mudah terbakar seperti kayu.

Leave a Reply