Menggambar Kabar: Ketika Berita Menjadi Kanvas Ekspresi Kreatif

Menggambar Kabar: Ketika Berita Menjadi Kanvas Ekspresi Kreatif
Sundraw dan Daerah mengajak peserta merespons berita melalui gambar di atas kertas koran dalam workshop Menggambar Kabar. (Daerah/Ilmi)

Espos, SOLO — Di era ketika informasi hadir hanya dalam hitungan detik melalui layar ponsel, proses lahirnya sebuah koran sering kali luput dari perhatian. Padahal, di balik setiap halaman yang dibaca masyarakat, terdapat proses panjang yang melibatkan ide, penyusunan cerita, visual, hingga pencetakan.

Pengalaman tersebut coba dihadirkan kembali melalui workshop Menggambar Kabar di Selasar Meat and Eat, Griya Daerah, Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Sundraw Klub dan Daerah Media Group  yang didukung oleh MoiCare untuk mengajak peserta menciptakan “koran” mereka sendiri secara manual.

Alih-alih menggunakan kanvas atau buku gambar, peserta berkarya di atas kertas yang biasa digunakan untuk mencetak koran. Melalui ilustrasi, tulisan tangan, doodle, hingga berbagai bentuk ekspresi visual lainnya, setiap peserta diajak menyusun halaman yang merepresentasikan cerita, perasaan, atau pengalaman mereka sendiri.

Mengenal Medium yang Selama Ini Terlihat Biasa

Pemilihan kertas koran bukan tanpa alasan. Material ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kertas gambar pada umumnya. Teksturnya yang khas dan identitasnya yang lekat dengan dunia jurnalistik membuat peserta berinteraksi dengan medium yang jarang digunakan dalam kegiatan seni.

Bagi Daerah, kolaborasi ini menjadi cara untuk memperkenalkan sisi lain dari media cetak kepada publik. Koran tidak hanya hadir sebagai produk informasi, tetapi juga sebagai medium yang dapat memantik kreativitas dan menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat.

Creative Production Manager Daerah, Magdalena Naviriana Putri, mengatakan kolaborasi ini mempertemukan dunia literasi dan seni dalam ruang yang lebih dekat dengan publik.

“Kolaborasi ini menjadi cara bagi Daerah untuk mempertemukan dunia literasi dan kreativitas. Kami percaya sebuah cerita tidak selalu harus disampaikan melalui tulisan. Kadang cerita juga bisa hadir melalui gambar, warna, dan ekspresi visual. Karena itu, kami melihat Menggambar Kabar sebagai ruang yang menarik untuk menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat,” kata Magda.

Melalui kegiatan ini, peserta dapat melihat bahwa selembar kertas koran memiliki potensi yang jauh lebih luas daripada sekadar menjadi tempat tercetaknya berita.

Sundraw dan Daerah mengajak peserta merespons berita melalui gambar di atas kertas koran dalam workshop Menggambar Kabar. (Daerah/Dea)
Sundraw dan Daerah mengajak peserta merespons berita melalui gambar di atas kertas koran dalam workshop Menggambar Kabar. (Daerah/Dea)

Ruang Bertemu Para Pecinta Gambar

Bagi Sundraw, Menggambar Kabar merupakan bagian dari semangat yang selama ini dibangun komunitas tersebut, yakni menghadirkan ruang menggambar yang terbuka bagi siapa saja.

Inisiator Sundraw sekaligus Dosen Seni Intermedia FSRD ISI Solo, Dessy Rachma, mengatakan komunitas itu awalnya banyak diikuti pekerja kreatif dan pelaku seni. Namun seiring waktu, peserta yang bergabung justru berasal dari beragam profesi.

“Banyak orang non-seni yang ikut. Ada guru bahasa Inggris, pekerja kantoran, dan berbagai profesi lainnya. Yang mempertemukan kami sebenarnya sederhana, yaitu sama-sama suka menggambar,” ujar Dessy.

Menurutnya, setiap kegiatan Sundraw selalu berangkat dari keinginan untuk menyediakan ruang berkumpul dan menggambar bersama. Namun pengalaman selama beberapa kali penyelenggaraan menunjukkan bahwa peserta membutuhkan tema tertentu sebagai pemantik kreativitas.

Karena itulah kolaborasi bersama Daerah menghadirkan tema Menggambar Kabar, yang mengajak peserta merespons berita dan informasi melalui bahasa visual.

“Kalau di kegiatan sebelumnya kami bersama komunitas baca, kali ini kami mencoba merespons berita-berita yang ada di Daerah. Menarik karena akhirnya judul-judul berita dan berbagai isu yang dibaca peserta diterjemahkan menjadi gambar dengan cara yang berbeda-beda,” katanya.

Menyisakan Waktu untuk Diri Sendiri

Lebih dari sekadar aktivitas menggambar, Dessy melihat Sundraw sebagai ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas.

Sebagian besar peserta merupakan pekerja yang menjalani aktivitas padat sepanjang hari kerja. Karena itu, kegiatan menggambar bersama menjadi kesempatan untuk kembali terhubung dengan kreativitas yang mungkin selama ini terabaikan.

“Senin sampai Jumat kita sudah bekerja. Sabtu biasanya untuk istirahat atau acara keluarga. Harusnya ada satu hari untuk diri sendiri atau bersama teman-teman untuk menggambar,” ujarnya.

Ia mengaku sering bertemu peserta yang memiliki latar belakang seni, tetapi lama tidak menggambar karena tuntutan pekerjaan.

“Banyak yang akhirnya ingat lagi kalau sebenarnya mereka suka menggambar. Ada yang bilang sudah lama tidak menggambar karena pekerjaannya sekarang berbeda, padahal kemampuan gambarnya masih bagus. Setidaknya lewat kegiatan ini kita masih bisa mengembangkan skill-skill kemanusiaan kita di tengah kesibukan,” kata Dessy.

Menurutnya, Sundraw tidak memiliki sasaran peserta tertentu. Siapa saja dapat bergabung selama memiliki minat untuk menggambar.

“Kami tidak punya sasaran khusus. Yang penting mau menggambar, bawa alat gambar sendiri, lalu bergabung,” ujarnya.

Sundraw dan Daerah mengajak peserta merespons berita melalui gambar di atas kertas koran dalam workshop Menggambar Kabar. (Daerah/Dea)
Sundraw dan Daerah mengajak peserta merespons berita melalui gambar di atas kertas koran dalam workshop Menggambar Kabar. (Daerah/Dea)

Jangan Takut Menggambar

Bagi Dessy, hal terpenting bukanlah seberapa baik seseorang menggambar, melainkan keberanian untuk meluangkan waktu dan memulai.

Karena itu, pesan yang selalu ia sampaikan kepada calon peserta sangat sederhana.

“Jangan takut menggambar. Sisakan hari Minggu untuk menggambar.”

Kalimat tersebut menjadi semangat yang terus dibawa Sundraw dalam setiap kegiatannya: menghadirkan ruang yang santai, terbuka, dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin kembali menikmati proses berkarya.

Leave a Reply