Nusatime.com, WONOGIRI—Polres Wonogiri memperketat pengamanan kegiatan pengesahan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan menyiagakan 467 personel gabungan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk konvoi liar dan gesekan antarkelompok.
Pengamanan dilakukan sejak keberangkatan rombongan calon warga PSHT Ranting Puhpelem menuju lokasi pengesahan di Balai Desa Poh Ijo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (22/6/2026).
Kapolsek Puhpelem, Ipda Prasetyo Hadi Kusumo, menjelaskan sebanyak 48 calon warga PSHT dan 25 pendamping diberangkatkan menggunakan kendaraan roda empat. Kepolisian juga membatasi penggunaan sepeda motor serta atribut perguruan selama perjalanan guna meminimalkan potensi gangguan keamanan maupun pelanggaran lalu lintas.
“Sebelum keberangkatan, kami sudah memberikan arahan kepada seluruh calon warga dan pendamping agar selama perjalanan menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun kenyamanan pengguna jalan lain,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin.
Rombongan dikawal menggunakan kendaraan dinas Polsek Puhpelem hingga tiba di lokasi pengesahan. Setibanya di Ponorogo, personel langsung mengikuti apel bersama jajaran Polsek dan Koramil Sampung sebagai bagian dari koordinasi pengamanan.
Antisipasi Konvoi dan Gangguan Kamtibmas
Pengawalan tersebut merupakan bagian dari operasi pengamanan yang lebih luas yang digelar Polres Wonogiri.
Sebelumnya, sebanyak 467 personel gabungan dari Polres Wonogiri, Kodim 0728/Wonogiri, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga unsur koordinator lapangan PSH disiagakan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan pengesahan warga PSHT.
Kesiapan personel dimatangkan melalui Apel Kesiapan Pengamanan yang digelar di Halaman GOR Giri Mandala Wonogiri pada Sabtu (20/6/2026).
Wakapolres Wonogiri, Kompol Parwanto, mengatakan ratusan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan, seperti arak-arakan massa, konvoi kendaraan, hingga pesta minuman keras.
“Kami menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Personel di lapangan wajib menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan tetap humanis demi memastikan situasi tetap kondusif dan terkendali,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menegaskan kepolisian berkomitmen memberikan pelayanan pengamanan maksimal dalam setiap kegiatan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak sehingga proses pemberangkatan rombongan dari titik kumpul hingga lokasi pengesahan berlangsung aman, tertib, dan tanpa gangguan kamtibmas.
Menurut Anom, sinergi antara aparat keamanan, panitia, dan peserta menjadi faktor penting dalam menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.

Leave a Reply