Nusatime.com, KLATEN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menggencarkan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di seluruh wilayah Kabupaten Bersinar. Hampir 30.000 anak usia 9-59 bulan sudah menerima vaksinasi campak.
ORI digelar menyusul adanya temuan kasus campak di Klaten beberapa waktu lalu. Ada dua kasus campak di Kecamatan Prambanan dan dua kasus lainnya di dua kecamatan berbeda. Klaten masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) campak. Untuk mengantisipasi persebaran campak, ORI digencarkan setidaknya sejak beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, menjelaskan sebanyak 29.394 anak sudah menerima vaksinasi per Senin (30/3/2026). Jumlahnya terus bertambah seiring vaksinasi masih berlangsung.
“Sasaran anak 53.288 orang di 401 desa/kelurahan. Per 30 Maret 2026, cakupan ORI campak sudah 55,16 persen,” kata Anggit saat dihubungi Espos, Selasa (31/3/2026).
ORI campak dijadwalkan digelar selama sebulan dengan menyasar seluruh wilayah Klaten. Setelah itu, ada proses penyisiran untuk memastikan seluruh anak mendapatkan vaksinasi. “Sampai saat ini pelaksanaan ORI berjalan lancar. Belum ada laporan terkait penolakan,” ungkap Anggit.
Anggit mengimbau seluruh masyarakat mendukung penuh kegiatan ORI untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity hingga tidak lagi ditemukan kasus campak di Klaten.
Kepala Desa (Kades) Joton, Kecamatan Jogonalan, Aris Gunawan, menjelaskan ORI campak di desanya digelar, Selasa (31/3/2026). Jumlah sasaran di desa setempat sebanyak 152 anak. “Yang terlibat dalam kegiatan vaksinasi yakni tenaga kesehatan dari puskesmas, bidan desa, serta kader kesehatan desa. Pelaksanaan untuk satu desa sehari selesai,” jelas Aris.

Leave a Reply