Parah! Lampu Pedestrian Simpang Lima Boyolali Dicuri, 2 kWh Meter Ikut Raib

Parah! Lampu Pedestrian Simpang Lima Boyolali Dicuri, 2 kWh Meter Ikut Raib
Foto Bekas tiang lampu area pedestrian Simpang Lima Boyolali yang dicuri, Kamis (5/2/2026). (Daerah/Ni’matul Faizah)

Nusatime.com, BOYOLALI — Sebanyak dua boks kWh meter listrik, kabel sepanjang 20 meter, dan sembilan lampu area pedestrian Simpang Lima Boyolali dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab. Aksi tersebut disesalkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali karena fasilitas itu baru selesai dibangun pada Desember 2025.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, Ahmad Gojali, mengatakan berdasarkan pendataan per 26 Februari 2026 terdapat sembilan lampu yang hilang beserta tiangnya. Selain itu, dua kWh meter lengkap dengan boksnya serta kabel penghubung sepanjang 20 meter juga ikut dicuri.

“Terdata per tanggal 26 Februari 2026 itu ada sembilan lampu yang hilang sekaligus tiangnya, kemudian kWh meter sekaligus boksnya dua hilang, lalu ada kabel penghubung sepanjang 20 meter antara kWh dengan lampu itu hilang,” kata dia saat ditemui di kantornya, Kamis (5/3/2026).

Akibat pencurian dua kWh meter tersebut, lampu di sisi timur Simpang Lima atau di depan Polsek Boyolali Kota hingga Pasar Boyolali tidak menyala. Dua kWh meter yang dicuri tersebut sebelumnya digunakan untuk penerangan pedestrian Simpang Lima dan pendukung agenda Boyolali City Light.

Pemerintah daerah telah mengarahkan agar sambungan listrik segera diperbaiki supaya lampu bisa kembali menyala.

Gojali menjelaskan tiang lampu yang hilang sebelumnya dipasang dengan sekrup sehingga relatif mudah dilepas oleh pelaku. Ke depan, pihaknya mengusulkan agar bagian alas tiang lampu diperkuat menggunakan las atau cor agar tidak mudah dicuri.

Selain itu, Pemkab Boyolali juga berencana meningkatkan pengawasan dengan patroli gabungan yang melibatkan Satpol PP, DPUPR, dan kepolisian.

Ia menambahkan terdapat pula beberapa lampu yang rusak dan saat ini disimpan di kantor DPUPR Boyolali agar tidak hilang. Sementara untuk lampu yang hilang, pemerintah daerah berupaya menggantinya menggunakan anggaran yang tersedia di DPUPR.

Kasus kehilangan tersebut telah diberitahukan kepada Polres Boyolali dan diarahkan untuk segera dilaporkan secara resmi.

Di sekitar Simpang Lima Boyolali saat ini terdapat tiga kamera pengawas (CCTV) yang berada di Perpusda Boyolali, Bank Boyolali, dan Polsek Boyolali Kota. Pemerintah daerah juga akan mengusulkan penambahan CCTV di kawasan tersebut.

“Jelas kami menyesalkan, itu kan aset bersama, kalau bisa ikut menjaga. Tadi juga diharapkan untuk kantor, dinas, yang di depannya ada pedestrian ikut mengawasi dan merasa memiliki,” ujar Gojali.

Leave a Reply