Pemasangan 300 Lampu PJU di Sukoharjo Selesai, 20 Ruas Jalan Kini Sudah Terang

Pemasangan 300 Lampu PJU di Sukoharjo Selesai, 20 Ruas Jalan Kini Sudah Terang
Pekerja memasang lampu penerangan jalan umum di ruas jalan Sonorejo-Ngaglik, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo. Foto diambil pada akhir Juli. (Istimewa/Dishub Sukoharjo)

Nusatime.com, SUKOHARJO — Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo menuntaskan pemasangan 300 lampu penerangan jalan umum (LPJU) di 20 ruas jalan penghubung antarwilayah. Pemasangan LPJU ini bagian dari program Terangi Jalanku yang digulirkan pada 2026.

Program Terangi Jalanku digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo pada 2025. Kala itu, ratusan LPJU dipasang di sejumlah ruas jalan penghubung antarwilayah. Program ini kembali dilanjutkan dengan menyasar 20 ruas jalan penghubung antarwilayah pada 2026. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, mengonfirmasi pemasangan 300 lampu penerangan jalan umum di 20 ruas jalan penghubung telah rampung. Ruas jalan penghubung antarwilayah itu tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Jamu.

“Program Terangi Jalanku berlanjut pada tahun ini dengan menyasar 20 ruas jalan. Pemasangan 300 lampu penerangan jalan umum di 20 ruas jalan telah rampung dikerjakan,” kata dia, Minggu (30/8/2026). 

Menurut Toni, pemasangan lampu penerangan jalan umum diprioritaskan di jalan penghubung antarwilayah yang kerap dilewati pengguna jalan. Dengan begitu diharapkan bisa menambah kenyamanan para pengguna jalan yang beraktivitas pada malam hari. 

Masyarakat tak perlu khawatir dan waswas saat berkendara pada malam hari. “Pemasangan lampu penerangan jalan umum juga bagian dari peningkatan pelayanan publik. Selain menambah kenyamanan, juga mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat minimnya lampu penerangan jalan,” ujar dia. 

Cegah Kriminalitas

Dari aspek keamanan, pemasangan lampu penerangan jalan umum mencegah aksi kriminalitas jalanan pada malam hari. Terutama ruas jalan penghubung di pinggir lahan pertanian di desa. 

Lebih jauh, lanjut Toni, kebermanfaatan program Terangi Jalanmu benar-benar dirasakan masyarakat. “Program Terangi Jalanku merupakan salah satu proyek strategis yang dijalankan pada tahun ini. Kami akan berkoordinasi lagi dengan pimpinan terkait keberlanjutan program Terangi Jalanku pada 2027 di tengah keterbatasan fiskal daerah,” urai dia. 

Sementara itu, seorang warga Kelurahan Sonorejo, Anwar, mengatakan kondisi ruas jalan Sonorejo-Ngaglik minim penerangan selama bertahun-tahun. Beberapa kali terjadi kecelakaan di sepanjang ruas jalan ini karena minimya penerangan. 

Jalan Sonorejo-Ngaglik menjadi jalur alternatif yang sering dilewati pengguna jalan saat hendak ke Cuplik atau Bulakrejo. “Para pengguna jalan memilih melewati jalan ini karena kondisi lalu lintas kendaraan cenderung sepi. Tapi minim penerangan jalan,” urai dia. 

Kini, kondisi ruas jalan tersebut berubah menjadi terang selepas pemasangan lampu penerangan jalan umum. Masyarakat setempat maupun pengguna jalan tak lagi khawatir dan waswas jika hendak bepergian dan beraktivitas pada malam hari.

“Ada beberapa warga setempat yang memang beraktivitas pada malam hari. Seperti pedagang pasar dan pelaku usaha kuliner. Mereka biasanya beraktivitas menjelang subuh,” timpal dia. 

Leave a Reply