Warga Magetan Temukan Granat, Polda: Masih Aktif, Peninggalan Perang Dunia II

Warga Magetan Temukan Granat, Polda: Masih Aktif, Peninggalan Perang Dunia II
Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jawa Timur, saat mengamankan granat fragmentasi peninggalan perang dunia II di sebuah lahan proyek fasilitas olahraga Desa Pandeyan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Rabu (5/8/2026). (Espos.id/Imam Mustajab)

Nusatime.com, MAGETAN – Sebuah granat aktif ditemukan warga Desa Pandeyan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur di lahan yang akan difungsikan sebagai fasilitas olahraga, Rabu (5/8/2026) siang. Hal itu langsung mengundang perhatian warga lainnya dan tidak lama kemudian diamankan petugas.

Penemu granat, Maeran, mengira amunisi peninggalan perang dunia II itu hanyalah besi tua biasa yang terkubur. Tanpa rasa curiga, dia yang saat kejadian tengah meratakan tanah menggunakan cangkul itupun membuang granat ke sisi lain lahan.

Tak lama, warga lain yang melihat hal itu penasaran karena benda yang dilemparnya memiliki bentuk yang tidak lazim. Setelah didekati, Maeran menyebut salah satu warga kemudian mengenali amunisi tersebut dan langsung dilaporkan ke aparat.

“Kena cangkul, pas tak pegang itu saya kira batu atau besi biasa. Akhirnya saya lempar terus ada teman bilang kalau bentuknya itu kayak granat,” ujarnya.

Aparat kepolisian sektor Maospati yang mendapat laporan dari kepala dusun setempat langsung mendatangi lokasi untuk memasang garis polisi dan bersiaga agar warga tidak mendekat ke area berbahaya. Setelah mengamankan lokasi, polisi pun menghubungi tim penjinak bom guna proses evakuasi.

Kapolsek Maospati, AKP Vista Dwi Pujiningsih, menjelaskan jajarannya bersama Polres Magetan langsung menutup area proyek untuk mencegah masyarakat mendekat. Vista menyebut Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jawa Timur kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Menurut Vista, tanah yang digunakan untuk menguruk lokasi proyek berasal dari bekas rumah milik seorang warga bernama Aris. Saat tanah diratakan menggunakan cangkul, pekerja menemukan benda menyerupai besi yang belakangan diketahui merupakan granat.

“Kami langsung melaporkan kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan Tim Gegana yang memiliki Unit Jibom. Selanjutnya kami bersama Polres mengamankan lokasi agar tidak ada warga yang masuk ke area penemuan,” jelasnya

Salah satu personel Jibom Gegana Brimob Polda Jawa Timur, Aipda Gunanto, memastikan benda yang ditemukan merupakan granat militer jenis fragmentasi yang diperkirakan merupakan peninggalan Perang Dunia II dan kondisinya masih aktif.

Amunisi itu, menurut Gunanto memiliki daya ledak yang sangat berbahaya. Selain mampu merusak bangunan di sekitar titik ledakan, serpihan granat juga dapat menyebabkan korban jiwa.

“Kami evakuasi ke Surabaya untuk dimusnahkan sesuai prosedur. Daya ledaknya cukup besar. Serpihannya bisa mengenai orang dan mengakibatkan luka berat bahkan meninggal dunia. Karena itu proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati sesuai prosedur,” kata dia.

Leave a Reply