Pemkab Wonogiri bakal Gelontor Anggaran Edukasi Cegah Kekerasan Seksual

Pemkab Wonogiri bakal Gelontor Anggaran Edukasi Cegah Kekerasan Seksual
Seruan untuk melawan segala bentuk kekerasan seksual. (Antaranews.com)

Nusatime.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri memberi sinyal positif terhadap usulan DPRD Wonogiri untuk mengalokasikan anggaran khusus edukasi kekerasan seksual bagi siswa. Langkah itu diambil menyusul mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru berinisial J, 55, di salah satu SMP negeri di Kecamatan Wonogiri.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyatakan dukungannya terhadap usulan Ketua DPRD Wonogiri Sriyono. Menurut dia, penambahan anggaran edukasi penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan anak terhadap potensi predator seksual di lingkungan sekolah.

Setyo menilai masih banyak anak yang menjadi korban kekerasan seksual namun tidak berani melapor, terlebih jika pelakunya merupakan guru yang seharusnya menjadi pelindung.

“Bagi saya itu hal yang baik [usulan anggaran edukasi]. Melalui langkah ini, muncul suatu keberanian dari anak-anak untuk bersuara. Harapan kita, anggaran khusus itu tidak hanya mengedukasi siswa, tapi juga orang tua. Butuh keberanian untuk bersuara,” ujar Setyo saat ditemui wartawan, baru-baru ini.

Ia menegaskan mendukung segala bentuk langkah preventif terkait kekerasan seksual. Menurut dia, pemahaman yang baik dapat memberi kekuatan bagi korban maupun orang tua untuk menuntut keadilan.

Setyo juga menegaskan tidak ada toleransi bagi oknum pendidik yang terbukti melakukan tindakan asusila.

“Guru yang seperti itu [pelaku pelecehan] harus mendapat sanksi berat atas perbuatannya. Tidak ada toleransi,” tegasnya.

Selain penganggaran, Setyo mendorong optimalisasi peran Forum Anak yang telah terbentuk hingga tingkat kabupaten. Selama ini, Forum Anak dilibatkan dalam berbagai agenda strategis seperti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Ia meyakini pendekatan teman sebaya melalui Forum Anak lebih efektif untuk merangkul korban karena anak-anak cenderung lebih terbuka kepada teman seusianya dibanding orang dewasa atau aparat.

“Ketika lewat teman sebaya, anak-anak bisa lebih terbuka. Ini sudah terbentuk dan akan terus kita optimalkan perannya sebagai jembatan bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Wonogiri Sriyono mendesak adanya alokasi anggaran khusus di Dinas Pendidikan maupun dinas terkait untuk memperkuat perlindungan anak. Usulan itu muncul sebagai respons atas keberanian siswa SMP di Wonogiri yang mulai mengungkap dugaan perilaku menyimpang oknum guru di lingkungan sekolah.

Leave a Reply