Meriahkan Hari Raya Waisak, Ornamen Buddhis dan Lampion Hiasi Solo Sebulan Penuh

Meriahkan Hari Raya Waisak, Ornamen Buddhis dan Lampion Hiasi Solo Sebulan Penuh
Ornamen hewan Jataka terpasang di Jl Jenderal Sudirman depan Balai Kota Solo, Selasa (12/5/2026), untuk memeriahkan rangkaian acara Waisak 19 Mei-19 Juni 2026. (Daerah/Wahyu Prakoso)

Nusatime.com, SOLO — Instalasi ornamen Buddhis dan lampion akan menyemarakkan perayaan Waisak di kawasan Balai Kota Solo selama sebulan mulai 19 Mei hingga 19 Juni 2026. Ornamen hewan Jataka menjadi pembeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Juru bicara panitia Perayaan Waisakha Raya 2570 TB/2026 Umat Buddha Solo, Pandita Mettasiri Sutrisno, menjelaskan Umat Buddha Kota Solo kembali menyiapkan rangkaian acara untuk Hari Raya Waisak, salah satunya penyalaan instalasi lampu mulai 19 Mei 2026.

“Pemasangan ornamen sudah dimulai saat ini. Nanti ornamen tahun ini beda dengan tahun yang kemarin. Kalau tahun kemarin temanya ada banyak teratai dan tahun ini kami mengambil tema tentang hewan Jataka,” kata dia kepada wartawan di Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Selasa (12/5/2026).

Dia mengatakan Jataka merupakan bagian kumpulan cerita tentang kehidupan masa lalu Sang Buddha sebelum mencapai pencerahan. Ada berbagai ornamen atau instalasi lampu berupa gajah hingga ular.

“Yang paling unik adalah nanti di jembatan kawasan Pasar Gede itu nanti ada ular naga yang cukup besar yang menghadap ke Balai Kota Solo,” ungkap dia.

Selain itu, ada Rupang Buddha Maha Paranibbana atau Rupang Buddha Berbaring di Plaza Balai Kota Solo, gapura stupa, naga penjaga, lampion Waisak, pilar Raja Asoka, penjor, dan stupa koridor kota.

Nuansa Spiritual

“Pemasangan instalasi ornamen Buddhis dan lampion untuk menambah nuansa spiritual dan budaya Waisak, mempercantik kawasan kota, dan menjadi daya tarik wisata,” ungkap dia.

Selain itu, ada stand kuliner yang disediakan bagi pengunjung pada 22-24 Mei 2026, 29-31 Mei 2026, 5-7 Juni 2026, dan 12-14 Juni 2026. Juga atraksi barongsai dan kesenian daerah setiap Jumat di Gladag dan Balai Kota Solo.

Menurut dia, Trisuci Waisak merangkum tiga peristiwa penting dan bersejarah dalam kehidupan Buddha Gotama, yakni kelahiran, mencapai pencerahan sempurna, dan purnamangkat. Tema Waisak 2570 TB/2026, adalah Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri.

“Bahwa makna bahwa nilai-nilai luhur budaya Dharma ini tidak hanya menjadi pedoman seperti itu tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara dalam semangat persaudaraan, toleransi, serta harmoni kebangsaan,” kata Sutrisno.

Ketua PMS Sumartono Hadinoto menambahkan PMS selalu terlibat dalam acara yang berkaitan menjaga toleransi saat perayaan hari raya keagamaan di Kota Solo. PMS mengapresiasi acara Waisak kembali diselenggarakan pada tahun ini.

Leave a Reply