Pengabdian di Pramuka, Pembina Racana UIN Saizu Terima Lencana Pancawarsa II

Pengabdian di Pramuka, Pembina Racana UIN Saizu Terima Lencana Pancawarsa II
Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr. Mutijah, menerima Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD) Lencana Pancawarsa II pada Upacara Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. (Istimewa)

Nusatime.com, PURWOKERTO – Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr. Mutijah, menerima Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD) Lencana Pancawarsa II pada Upacara Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas pengabdian dan dedikasinya dalam Gerakan Pramuka. Penghargaan diserahkan dalam Upacara Hari Pramuka ke-65 Kwartir Ranting (Kwarran) Purwokerto Utara yang berlangsung di Halaman FTIK UIN Saizu, Jumat (14/8/2026).

Dr. Mutijah menjadi salah satu dari 19 pembina gugus depan maupun Satuan Karya (Saka) terpilih di tingkat Kwarran Purwokerto Utara yang menerima Tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa Kwartir Daerah Jawa Tengah Tahun 2026.

Dr. Mutijah merupakan dosen FTIK UIN Saizu pada bidang Pendidikan Matematika. Selain menyandang jabatan akademik Lektor Kepala, ia juga aktif membina Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka UIN Saizu, yakni Racana Sunan Kalijaga–Cut Nyak Dien.

Dalam pembinaan Racana, Dr. Mutijah secara khusus berperan dalam pembinaan anggota Pramuka putri melalui Racana Cut Nyak Dien. Dedikasi tersebut menjadi bagian dari pengabdiannya dalam mendampingi mahasiswa sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter melalui Gerakan Pramuka.

Bagi Dr. Mutijah, penerimaan Lencana Pancawarsa II bukan sekadar penghargaan atas pengabdian, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan selama satu dekade mengabdikan diri dalam Gerakan Pramuka.

“Rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam Yang Maha Esa, karena mendapatkan TPOD Pancawarsa II pada Upacara Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang merupakan tanda dari pengabdian saya,” ungkap Dr. Mutijah.

Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar lencana yang disematkan di dada. Ia memandang penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas proses pembinaan generasi muda yang selama ini dijalaninya.

“TPOD Pancawarsa II ini tidak sekadar lencana yang disematkan di dada saya, tetapi merupakan penghargaan terbaik bagi saya karena melihat generasi tunas-tunas muda bangsa yang saya bina bertumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan tangguh,” tuturnya.

Penerimaan penghargaan tersebut sekaligus menjadi momen refleksi bagi Dr. Mutijah atas pengabdiannya selama 10 tahun sejak pertama kali memantapkan hati untuk terlibat dalam Gerakan Pramuka.

Bagi dirinya, perjalanan tersebut tidak hanya tentang menjalankan aktivitas kepramukaan, tetapi juga menjaga nilai-nilai pengabdian yang terkandung dalam Trisatya dan Darma Pramuka.

“Menerima TPOD Pancawarsa II juga merupakan momen refleksi diri bagi pengabdian saya selama 10 tahun yang lalu saat pertama kali memantapkan hati untuk mengabdi di Gerakan Pramuka, pengingat janji Trisatya dan Darma yang harus terus saya hidupkan, serta mengajari saya keikhlasan dalam pengabdian,” ujarnya.

Penghargaan tersebut menjadi catatan penting bagi perjalanan pengabdian Dr. Mutijah sekaligus memperkuat peran pembina Pramuka UIN Saizu dalam mendampingi mahasiswa melalui kegiatan yang berorientasi pada pembentukan karakter, ketangguhan, dan kepemimpinan. (NA)

Leave a Reply