Nusatime.com, KENDAL — Produk baja buatan Kendal, Jawa Tengah, resmi menembus pasar internasional. Pencapaian ditandai dengan pengiriman ekspor perdana sebanyak 60.000 batang baja ke Australia oleh PT AURI Steel Metalindo, Jumat (2/10/2026).
PT AURI Steel Metalindo juga menjadi perusahaan penanam modal dalam negeri (PMDN) pertama yang melakukan ekspor produk jadi di Kawasan Industri Kendal (KIK). Saat ini, perusahaan yang memproduksi baja ringan dan atap galvalum untuk kebutuhan industri itu memiliki kapasitas produksi hingga 120 ton per hari.
“Ini membuktikan produk Indonesia mampu bersaing dengan kualitas global,” tegas Direktur PT AURI Steel Metalindo, Auripallas Pramana.
Dalam ekspor perdana, PT AURI Steel Metalindo mengirim 60.000 batang baja dengan potensi ekspor mencapai 6.000 ton per tahun atau setara Rp132 miliar. Pihaknya akan terus berinovasi dan mengembangkan unit usaha untuk bisa menembus pasar di negara-negara lainnya.
“10 tahun perjalanan PT AURI Steel penuh perjuangan dan capaian. Kami akan terus berinvestasi, inovasi, dan tingkatkan ekspor,” katanya.

Auripallas tak menyebut PT AURI Steel Metalindo saat ini berdiri di luasan lahan berapa hektar. Namun, ia menyatakan ekspansi perluasan kawasan pabrik sebesar 5 hektare (ha) telah berjalan untuk menambah jumlah produksi dan pengembangan inovasi.
“Tahap 2 dan tahap 3 [total] 3 hektare sudah jalan, mungkin akhir tahun akan selesai dan menambah produksi hingga 35.000 ton per bulan. [Penyerapan tenaga kerja?] Kurang lebih 1.500 orang,” ujarnya.
Adapun saat ini, PT AURI Steel Metalindo telah meningkatkan nilai investasi di KIK Kendal menjadi Rp1 triliun dari awalnya Rp180 miliar. Jumlah serapan tenaga kerja juga sudah alami peningkatan dari awalnya tujuh orang pada 2016, kini menjadi 480 orang.
“Kami berharap capaian ini bisa menjadi motivasi untuk PMDN lainnya,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif KIK, Juliani Kusumaningrum, mengungkapkan PT AURI Steel Metalindo kali pertama masuk ke KIK pada tahun 2018. Selama delapan tahun, perusahaan hanya mencukupi kebutuhan domestik.
“Sekarang, sudah ekspor perdana. Ini juga catatkan sejarah sendiri, sebagai perusahaan PMDN pertama yang berhasil ekspor produk jadi baja ke luar negeri. Selama bertahun-tahun, ekspor baja Indonesia didominasi bahan mentah atau setengah jadi,” kata Juliani.
Melalui momentum ini, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi pelaku industri melalui kebijakan hilirisasi, penguatan ekosistem, serta perluasan akses pasar ekspor guna mengoptimalkan potensi devisa negara.
Pencapaian ini tidak hanya menandai tonggak sejarah penting bagi ekspansi global perusahaan, tetapi juga memberikan dampak multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja, penguatan rantai pasok lokal, serta pergerakan sektor logistik dan industri pendukung.

Leave a Reply