Satu Tahun Respati–Astrid Pimpin Solo, Komitmen Terus Akomodasi Kebutuhan Warga

Satu Tahun Respati–Astrid Pimpin Solo, Komitmen Terus Akomodasi Kebutuhan Warga
Wali Kota Solo Respati Ardi bersama Wakil Wali Kota Astrid Widayani dalam acara Ngabuburit Asik Bareng Respati–Ardi yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jumat (6/3/2026).(Tim Espos)

Nusatime.com, SOLO — Event Ngabuburit Asik Bareng Respati–Ardi yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menjadi ajang ngudarasa antara pemerintah dan masyarakat sekaligus sarana penyampaian program dari Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari refleksi satu tahun kepemimpinan Respati–Astrid. Meski diwarnai hujan cukup deras, acara yang digelar di kawasan Monumen Apem Sewu, bantaran Bengawan Solo, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jumat (6/3/2026), tetap berlangsung meriah.

Dalam kesempatan itu, Respati Ardi juga mendengarkan berbagai masukan dari masyarakat. Aspirasi datang dari berbagai kalangan, mulai dari penyandang disabilitas, pelaku usaha, hingga pengemudi becak.

Secara umum, mereka mengapresiasi kinerja Respati–Astrid selama satu tahun terakhir. Namun sejumlah masukan juga disampaikan, di antaranya terkait pembangunan kota yang lebih ramah difabel, peningkatan pelayanan transportasi, pengembangan UMKM difabel, pelayanan BPJS Kesehatan, hingga upaya menjaga iklim usaha yang kondusif dengan perizinan yang lebih mudah.

Salah satu pengayuh becak, Sigit Raharjo, menyampaikan terima kasih karena Pemkot Solo dinilai telah memberikan perhatian terhadap transportasi tradisional, yakni becak. Namun ia berharap pemerintah dapat lebih tegas dalam mengatur keberadaan becak motor (bentor). “Terima kasih sudah memperhatikan becak. Harapannya untuk bentor bisa lebih ditegasi agar tidak semakin marak ke depannya dan penanganannya bisa lebih jelas,” ujarnya.

Sementara itu dari kalangan pelaku usaha, Owner PT Solo Abadi Indonesia Dian Untoro menyampaikan selama satu tahun pemerintahan Respati–Astrid, pelaku usaha merasa cukup nyaman menjalankan aktivitas bisnis di Kota Solo. “Kalau omzet naik turun itu biasa. Yang kami harapkan kota ini tetap kondusif dan perizinannya mudah,” katanya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Respati dan Astrid merespons langsung aspirasi masyarakat. Keduanya menegaskan Pemkot Solo akan terus berupaya mengakomodasi kebutuhan warga melalui koordinasi dengan pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga pemerintah pusat.

Pada sesi selanjutnya, Respati dan Astrid memaparkan sejumlah program yang telah berjalan selama satu tahun kepemimpinan mereka serta rencana program ke depan.

Respati mengatakan dari sudut pandang masyarakat, pembangunan fisik masih menjadi salah satu tolok ukur kemajuan suatu daerah. Namun, menurutnya, fokus pembangunan Kota Solo tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi semata. Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka.

Pembangunan Infrastruktur

Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani foto bersama warga dalam acara Ngabuburit Asik Bareng Respati–Ardi yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jumat (6/3/2026).(Tim Espos)
Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani foto bersama warga dalam acara Ngabuburit Asik Bareng Respati–Ardi yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jumat (6/3/2026).(Tim Espos)

Terkait pembangunan infrastruktur, Pemkot Solo masih memfokuskan pada penataan drainase dan sungai lingkungan guna mengatasi genangan dan banjir saat intensitas hujan tinggi.

Respati menjelaskan hingga saat ini pembangunan drainase telah mencapai 1.976 meter. Selain itu, pembangunan talut sepanjang 469,35 meter serta perbaikan jalan aspal sepanjang 6,2 kilometer juga telah dilakukan.

“Perbedaannya cukup signifikan ketika hujan. Tahun lalu kita bisa menunggu hingga enam jam untuk air surut. Memang tidak mungkin nol genangan ketika hujan sangat deras, tetapi sekarang dengan adanya kolam retensi di Joglo dan penataan drainase lainnya, genangan bisa lebih cepat surut,” jelasnya.

Penataan drainase tersebut akan terus berlanjut pada 2026. Selain itu, Pemkot Solo juga merencanakan penataan kawasan Taman Sriwedari serta pembangunan sejumlah fasilitas olahraga.

Di antaranya penataan Kolam Renang Tirtomoyo agar memenuhi standar nasional serta penyempurnaan GOR Indoor Manahan agar mampu mendukung penyelenggaraan ajang olahraga bertaraf internasional.

Untuk mendukung sektor pariwisata, Pemkot Solo juga melakukan penataan kawasan K3 yang meliputi Kauman, Keprabon, dan Kemlayan. Tahun ini, Pemkot Solo juga akan menambah fasilitas taman cerdas serta melakukan penataan SMPN 24 dan SMPN 25 untuk mendukung sektor pendidikan.

Sementara itu, Astrid Widayani menambahkan meski pembangunan fisik menjadi hal yang paling terlihat, pembangunan nonfisik juga terus dilakukan secara seimbang, seperti di bidang kerajinan, seni, budaya, dan sektor lainnya.

“Nantinya kawasan permukiman di Kota Solo yang tergolong kumuh akan semakin berkurang. Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan bisa selesai,” ujarnya.

Astrid menyadari upaya tersebut bukan hal yang mudah. Namun menurutnya, Solo harus terus berkembang sebagai ekosistem kota urban yang maju dengan dukungan fasilitas, sarana, dan prasarana yang memadai. Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi jawaban bagi masyarakat agar dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan Kota Solo. (NA)

Leave a Reply