Nusatime.com, BOYOLALI — Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) tahun anggaran 2025 yang memuat data-data penting, salah satunya angka kemiskinan, ke DPRD Boyolali.
Penyerahan dilaksanakan dalam rapat paripurna di Ruang S Paryanto Gedung DPRD Boyolali, Kamis (26/3/2026). Rapat paripurna dihadiri Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH, beserta jajaran wakil Ketua DPRD, anggota DPRD Boyolali, Sekda Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani, dan jajaran Forkopimda.
Dalam sambutan penyerahan LKPJ, Agus menyampaikan garis besar laporannnya diawali dengan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Boyolali, jumlah penduduk pada semester II tahun 2025 sebanyak 1.120.443 jiwa.
“Terjadi penambahan 10.097 jiwa atau pertumbuhan sekitar 0,91%. Kemudian, laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Boyolali pada 2025 mencapai 4,82%. Lebih tinggi 0,13% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 4,69%,” kata dia.
Agus melanjutkan dalam kebijakan pengelolaan keuangan daerah, data sementara Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), secara umum realisasi Pendapatan Daerah 2025 senilai Rp2.530.171.645.854, naik senilai Rp74.709.239.602,00 atau 3,04% dibanding tahun sebelumnya.
Lalu, komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi Rp660.395.983.852 atau 101,89 persen dari target senilai Rp648.104.065.000. “Selanjutnya berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik [BPS], persentase angka kemiskinan Kabupaten Boyolali pada tahun 2025 sebesar 8,71% dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 86.970 jiwa,” kata dia.
Berdasarkan catatan Espos, angka tersebut turun dibanding angka kemiskinan Boyolali pada 2024 yang masih 9,63%. Lalu, perkembangan investasi kumulatif di Boyolali pada 2025 senilai Rp28.065.262.937.756.
Agus menyebut angka tersebut mengalami kenaikan 13,29 persen. Ada kenaikan jumlah bidang usaha kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) kumulatif pada 2025 sebanyak 21.535 proyek.
Agus mengatakan dalam sambutan selama 2025 Boyolali mendapatkan sejumlah penghargaan seperti menjadi Kabupaten Terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.
Penghargaan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024 yang diselenggarakan pada 5 Juni 2025. Penghargaan sebagai daerah berkinerja baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan stunting pada 2024 diserahkan 12 November 2025 dari Kementerian Dalam Negeri dan banyak penghargaan lain.
Acara diakhiri dengan penyerahan LKPJ dari Bupati Boyolali Agus Irawan kepada Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH. Lalu dilanjut pembentukan panitia khusus (Pansus) di DPRD Boyolali untuk membahas LKPj.

Leave a Reply