Nusatime.com, SRAGEN — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X, melakukan kunjungan Muhibah Budaya ke Kabupaten Sragen, Kamis (9/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Keraton Jogja melengkapi kepingan sejarah berdirinya kasultanan melalui penelusuran jejak Pangeran Mangkubumi di Bumi Sukowati.
Dalam agenda tersebut, Sri Sultan HB X melakukan napak tilas ke sejumlah lokasi yang diyakini menyimpan jejak perjuangan Pangeran Mangkubumi, tokoh yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I sekaligus pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Sultan HB X mengatakan Keraton Jogja masih membutuhkan rekaman sejarah yang lebih utuh mengenai perjalanan para pangeran Mataram sebelum berdirinya kasultanan.
“Ya saya kira kami di sini untuk belajar. Karena kami menelusuri sejarah kami masih kurang. Dalam arti kurang itu, belum berkunjung ke sini,” kata Sultan HB X saat ditemui awak media di Rumah Dinas Bupati Sragen, Kamis malam.
Menurutnya, kunjungan langsung ke berbagai petilasan bersejarah di Sragen diharapkan dapat melengkapi dokumentasi mengenai proses awal berdirinya Keraton Jogja, khususnya saat Pangeran Mangkubumi bersama para pangeran Mataram berada di wilayah Sukowati.
“Sehingga harapan kami, itu makin komplit kami mendapatkan rekamannya yang utuh terhadap proses berdirinya Kraton Yogyakarta, di mana pangeran-pangeran itu asal dan tinggal di Sukowati, Sragen. Jadi memberikan rekaman yang lebih utuh,” jelasnya.
Jejak Pangeran Mangkubumi di Bumi Sukowati
Sultan HB X menilai pemahaman sejarah yang berkembang selama ini lebih banyak bertumpu pada peristiwa yang terjadi di Yogyakarta. Padahal, terdapat keterkaitan yang erat dengan sejumlah daerah lain, termasuk Sragen yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Pangeran Mangkubumi sebelum mendirikan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
“Kami kan tahunya hanya Hamengkubuwono I, gitu aja. Tapi yang sejarah sebelum itu kan perlu ke sini,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyambut hangat kunjungan Sri Sultan HB X. Menurutnya, kedatangan Raja Keraton Yogyakarta menjadi momentum penting untuk kembali menyambung hubungan sejarah antara Sragen dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
“Tentunya kami senang sekali. Tentunya kami sangat menyambut rawuh beliau di Sragen, karena menjadikan sambungan kesejarahan Sragen dengan Ngayogyakarta itu menjadi bersambung kembali,” kata Sigit.
Ia menjelaskan hubungan historis antara Sragen dan Pangeran Mangkubumi selama ini terus diperingati melalui Hari Jadi Kabupaten Sragen. Karena itu, kunjungan Sri Sultan HB X dinilai semakin memperkuat nilai sejarah yang dimiliki Bumi Sukowati.
“Karena bagaimanapun juga setiap Hari Jadi Sragen, itu kami memperingati kepahlawanan Pangeran Mangkubumi di Sragen. Yang itu harus dijaga kesejarahannya sampai dengan saat ini. Jadi kami sangat berterima kasih kepada Ngarsa Dalem yang berkenan untuk rawuh di Sragen,” pungkasnya.

Leave a Reply