Status Darurat Kebakaran TPA Putri Cempo Berakhir, Gas Metana Masih Mengancam

Status Darurat Kebakaran TPA Putri Cempo Berakhir, Gas Metana Masih Mengancam
Wali Kota Solo Respati Ardi memberikan keterangan kepada wartawan di TPA Putri Cempo, Solo, Rabu (16/9/2026). (Daerah/Wahyu Prakoso)

Nusatime.com, SOLO — Pemkot Solo mengakhiri status tanggap darurat bencana kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Rabu (16/9/2026).

Status penanganan kemudian beralih ke masa transisi darurat menuju pemulihan. Meski asap telah padam, petugas gabungan masih bersiaga untuk menangani potensi munculnya kembali titik asap dan api di kawasan TPA Putri Cempo.

Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau Blok B TPA Putri Cempo bersama petugas gabungan pada Rabu petang. Petugas masih melakukan pengairan di area TPA untuk mencegah kebakaran kembali terjadi. Setelah peninjauan, Respati memimpin apel sore yang diikuti petugas gabungan.

“Status tanggap bencana hari ini, asap sudah padam. Tetapi di dalam bukit sampah ternyata masih ada gas metana yang harus segera kami tangani. Maka dari itu, setelah ini kami masuk status transisi penanganan bencana,” kata dia kepada wartawan.

Respati menjelaskan petugas gabungan tetap bertugas selama masa transisi untuk memastikan TPA Putri Cempo benar-benar aman. Personel yang terlibat antara lain berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dinas Pemadam Kebakaran, dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Dan kami ketahui bersama ternyata di sini ada objek vital juga berupa sutet yang berdiri sejak tahun 1976 yang harus kami amankan. Itu salah satunya untuk menyuplai listrik ke Kota Solo,” ungkap dia.

Dia mengatakan petugas akan menambah sumur sebagai sumber air untuk penanganan pascakebakaran. Petugas gabungan juga sudah menemukan metode untuk mengeluarkan ancaman gas metana.

“Kalau pendinginan injeksi tetap, nanti gas metana akan kami ambil alih. Tugasnya Dinas Lingkungan Hidup mengeluarkan gas metana secara aman dan tidak berbahaya bagi masyarakat. Tentunya kepentingan masyarakat ini menjadi yang utama,” ungkap dia.

Respati mengatakan kebakaran di TPA Putri Cempo menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Pemkot Solo berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan akan membuat sistem ulang untuk proses pengiriman sampah dari kelurahan ke TPA Putri Cempo.

6,31 Hektare Area TPA Berhasil Dikendalikan

Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo menjelaskan area TPA Putri Cempo memiliki luas sekitar 17 hektare. Hingga hari ke-14 penanganan, petugas gabungan telah berhasil mengendalikan area seluas 3,92 hektare di Blok B, 0,59 hektare di Blok D1, dan 1,8 hektare di Blok C.

Dengan demikian, total area yang berhasil dikendalikan mencapai 6,31 hektare.

“Potensi munculnya titik asap dan titik api dimungkinkan masih dikarenakan yang pertama terkait dengan kandungan gas metana. Kemudian, adanya ketersediaan oksigen dan bara di bagian dalam. Kemudian, suhu panas dan cuaca terik yang ee berlangsung pada beberapa hari ini,” ungkap dia.

Ari menjelaskan personel yang dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut mencapai 400 orang. BPBD Solo juga mendapatkan bantuan mobil taktis dari Damkar wilayah Soloraya, TNI, Polri, BPBD, SHA, dan pihak lainnya.

Leave a Reply