Teriakan Revolusi Menggema di Semarang, Mahasiswa Kritik MBG dan RUU Polri

Teriakan Revolusi Menggema di Semarang, Mahasiswa Kritik MBG dan RUU Polri
Suasana saat mahasiswa di Kota Semarang, menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Jumat (12/6/2026) sore. (Daerah/Adhik Kurniawan)

Nusatime.com, SEMARANG — Teriakan “revolusi” menggema di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Jumat (12/6/2026) sore. Seruan tersebut menjadi bagian dari aksi ratusan mahasiswa di Kota Semarang yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelemahan nilai tukar rupiah, hingga Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri.

Pantauan Espos di lokasi, massa aksi mulai memadati Jalan Pahlawan sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Sejumlah poster memuat tangkapan layar unggahan lama Presiden Prabowo Subianto saat masih berada di luar pemerintahan. Unggahan tersebut berisi kritik terkait pelemahan rupiah dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Massa Soroti Pelemahan Rupiah dan Kenaikan BBM

Selain membawa poster, mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi di hadapan peserta aksi.

Salah satu orator, Michele, 19, menilai kondisi ekonomi saat ini semakin berat bagi masyarakat. Ia menyoroti pelemahan rupiah, kenaikan harga BBM, serta pembahasan RUU Polri.

“Negara sedang genting, rupiah anjlok, Pertamax naik, pemerintah malah sahkan RUU Polri,” ujar Michele saat berorasi.

Menurutnya, sejumlah poin dalam RUU Polri berpotensi memperluas peran kepolisian di ruang sipil sehingga perlu mendapat perhatian publik.

“Di kondisi ekonomi sekarang yang makan saja harus berpikir, malah ruang sipil kami diambil Polri,” katanya.

Mahasiswa Desak Evaluasi Program MBG

Selain mengkritik RUU Polri, mahasiswa juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah.

Michele menilai program tersebut perlu dievaluasi karena dinilai belum memberikan dampak yang jelas terhadap kelompok sasaran.

“Dampaknya tidak terlihat. Target stunting, ibu hamil, dan balita tidak tersentuh maksimal. Yang muncul justru kasus keracunan dan kualitas makanan yang dipertanyakan,” ujarnya.

Mahasiswa mendesak pemerintah meninjau ulang program tersebut dan mengalihkan sebagian anggarannya untuk sektor pendidikan.

Menjelang pukul 18.00 WIB, massa aksi bergerak mendekati gerbang Kantor Gubernur Jateng. Mereka secara serempak meneriakkan kata “revolusi” serta menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah dan institusi kepolisian.

Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan dan berjalan kondusif hingga menjelang malam.

Leave a Reply