Nusatime.com, KARANGANYAR – Sebanyak 1.300 pelari meramaikan De Tasikmadoe Eco Night Run 2026 di kawasan De Tasikmadoe Heritage, Sabtu (22/8/2026) malam. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berencana menjadikan ajang lari malam tersebut sebagai salah satu agenda sport tourism atau wisata olahraga di daerah.
Gelaran yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua itu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi event tahunan yang mampu menarik peserta dari luar daerah.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mengatakan tingginya animo masyarakat menjadi salah satu alasan Pemkab Karanganyar mempertimbangkan De Tasikmadoe Eco Night Run sebagai agenda yang digelar secara rutin.
Menurut Rober, olahraga lari saat ini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk menggabungkan aktivitas olahraga dengan promosi potensi wisata daerah.
“Sekarang ini gaya hidup itu arahnya ke kesehatan. Maka ini salah satu momentum yang kami gagas untuk mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Karanganyar. Ayo bareng-bareng bergaya hidup sehat, semuanya biar sehat,” kata Rober saat ditemui seusai mengikuti kegiatan, Sabtu malam.
Dia menilai masyarakat yang sehat akan lebih produktif dan memiliki semangat lebih besar untuk ikut membangun daerah. Karena itu, kegiatan olahraga massal seperti De Tasikmadoe Eco Night Run dinilai tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kebugaran.
“Kalau sudah seperti itu, pikirannya juga sehat. Mestinya kita dengan semangat bersama-sama membangun Karanganyar. Semuanya akan kita ajak bareng-bareng menyatukan visi besar untuk membangun Karanganyar,” ujarnya.
Rober mengatakan Pemkab Karanganyar akan mendorong kegiatan serupa masuk dalam kalender event daerah. De Tasikmadoe Eco Night Run juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Dia membuka peluang event tersebut dikembangkan menjadi kegiatan tahunan dengan cakupan peserta yang lebih luas.
“Semoga ajang ini dapat menjadi event tahunan yang rutin digelar. Selain mengolahragakan masyarakat, harapan kami Karanganyar menjadi daerah yang semakin sehat, dinamis, dan produktif,” katanya.
Menurut Rober, semakin banyak event olahraga yang digelar di Karanganyar akan semakin banyak pula masyarakat dari luar daerah yang datang. Kehadiran peserta dan pendamping berpotensi memberikan dampak terhadap sektor ekonomi, mulai dari kuliner, penginapan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Konsep tersebut sejalan dengan pengembangan sport tourism, yakni menjadikan kegiatan olahraga sebagai daya tarik wisata sekaligus sarana mengenalkan destinasi dan potensi daerah.
Rober Ikut Lari
Rober tidak hanya hadir sebagai kepala daerah pada malam itu. Dia turut menjajal lintasan De Tasikmadoe Eco Night Run bersama sang istri.
Dia mengaku sempat merasakan tantangan saat berlari, terutama ketika tubuh mulai lelah. Namun, suasana kompetitif dan semangat peserta lain membuatnya tetap menyelesaikan lintasan.
Rober mengatakan dirinya berlari dengan jarak sekitar 3,5 kilometer dan membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Dia menyebut posisi peserta yang saling berdekatan juga menjadi motivasi tersendiri untuk terus berlari.
Sementara itu, Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi, mengatakan De Tasikmadoe Eco Night Run 2026 merupakan penyelenggaraan edisi kedua.
Tahun ini, sebanyak 1.300 pelari dari wilayah Solo Raya dan sekitarnya ambil bagian dalam ajang tersebut.
Panitia menyediakan dua kategori lomba, yakni 3 kilometer dan 5 kilometer. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut mengusung konsep lari malam yang ramah lingkungan.
De Tasikmadoe Eco Night Run tidak dirancang semata-mata sebagai perlombaan lari. Event tersebut juga membawa pesan mengenai gaya hidup sehat sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan lari malam bertema ramah lingkungan ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat kebangsaan, kecintaan terhadap lingkungan, sekaligus mendorong gaya hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat,” kata Samidi.
Dia mengatakan respons masyarakat pada penyelenggaraan tahun kedua menunjukkan minat terhadap olahraga lari cukup tinggi. Dari jumlah peserta yang mencapai 1.300 orang, mayoritas berasal dari wilayah Solo Raya.
Menurut Samidi, antusiasme tersebut menjadi modal untuk mengembangkan De Tasikmadoe Eco Night Run menjadi event yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya.
“Harapannya event ini bisa terus dipoles menjadi agenda pariwisata tahunan yang memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
De Tasikmadoe Eco Night Run 2026 digelar melalui kolaborasi PUD Aneka Usaha Karanganyar dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), serta sejumlah pihak terkait.
Dengan memadukan olahraga, konsep ramah lingkungan, dan kawasan heritage, De Tasikmadoe Eco Night Run dinilai memiliki modal untuk menjadi salah satu event khas Karanganyar.
Pemkab berharap kegiatan tersebut nantinya tidak hanya mendatangkan pelari, tetapi juga wisatawan yang ikut menikmati potensi wisata dan ekonomi lokal.

Leave a Reply