Nusatime.com, SOLO-Sebagai langkah awal membangun kesiapan akademik mahasiswa baru, UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) membagikan lebih dari 3.100 buku literasi informasi dalam rangkaian kegiatan pengenalan layanan perpustakaan yang digelar pada Rabu (19/8/2026).
UIN Surakarta memahami memasuki dunia perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan kemampuan mengikuti perkuliahan. Mahasiswa juga dituntut mampu menemukan sumber informasi yang tepat, menilai kredibilitasnya, mengolah informasi secara kritis, hingga menuangkannya dalam bentuk tulisan akademik.
Bagi perpustakaan, pembagian buku tersebut bukan sekadar kegiatan membagikan bahan bacaan. Langkah itu dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa pada keterampilan dasar yang akan terus mereka gunakan selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Kepala UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta, Mokhamad Zainal Anwar, mengatakan mahasiswa baru membutuhkan bekal yang dapat membantu mereka beradaptasi dengan tuntutan akademik.
“Buku ini merupakan salah satu strategi perpustakaan untuk mendukung kegiatan akademik, terutama mahasiswa baru. Mereka membutuhkan panduan untuk membaca, berpikir, dan menulis. Tiga hal ini merupakan fondasi penting bagi mahasiswa dalam menjalani berbagai kegiatan akademiknya,” ujarnya.
Menurut Zainal, memasuki lingkungan perguruan tinggi membuat mahasiswa berhadapan dengan informasi yang jauh lebih beragam dibandingkan ketika berada di jenjang pendidikan sebelumnya. Mereka tidak hanya dituntut memperoleh informasi, tetapi juga harus mampu menentukan informasi mana yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kemampuan tersebut menjadi penting ketika mahasiswa mulai mengerjakan tugas, mencari referensi, membaca artikel ilmiah, menyusun makalah, hingga menghasilkan karya akademik. Karena itu, pengenalan literasi informasi sejak semester awal diharapkan dapat membentuk kebiasaan belajar yang lebih mandiri.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai layanan yang tersedia di Perpustakaan UIN Surakarta. Pengenalan ini diarahkan agar perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat meminjam dan mengembalikan buku, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran mahasiswa.
“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan buku atau mencari referensi. Kami ingin perpustakaan menjadi bagian dari proses mahasiswa membangun tradisi akademik. Karena itu, membaca, berpikir, dan menulis perlu dibiasakan sejak awal,” tambahnya.
Pembagian lebih dari 3.100 buku menjadi salah satu bentuk komitmen perpustakaan dalam memperluas akses mahasiswa terhadap literasi informasi. Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami bagaimana mengenali kebutuhan informasi sekaligus memanfaatkannya secara efektif dan bertanggung jawab.
Lebih jauh, Zainal melihat peran perpustakaan tidak berhenti pada penyediaan koleksi. Perpustakaan juga memiliki posisi strategis dalam menumbuhkan budaya belajar yang memungkinkan mahasiswa menjadi pembelajar mandiri.
“Harapannya, buku ini tidak berhenti sebagai bahan bacaan yang dibawa pulang, tetapi benar-benar digunakan sebagai panduan dalam menjalani aktivitas akademik. Kami ingin mahasiswa sejak awal memiliki kebiasaan membaca, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menulis,” katanya.
Dengan demikian, buku literasi informasi yang diterima mahasiswa baru diharapkan tidak sekadar menjadi koleksi pribadi, tetapi menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan akademik selama masa studi. Melalui budaya membaca, berpikir kritis, dan menulis, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tuntutan pembelajaran di perguruan tinggi.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat posisi perpustakaan sebagai salah satu ruang penting dalam perjalanan akademik mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta, sejak mereka kali pertama mengenal kehidupan kampus hingga mampu menghasilkan karya ilmiah secara mandiri. (NA)

Leave a Reply