Atap Gedung SMPN 1 Simo Boyolali Roboh, Diduga Dimakan Rayap

Atap Gedung SMPN 1 Simo Boyolali Roboh, Diduga Dimakan Rayap
Atap ruangan adiwiyata SMPN 1 Simo Boyolali roboh pada Minggu (20/9/2026). (Istimewa)

Nusatime.com, BOYOLALI — Atap salah satu gedung SMPN 1 Simo, Kabupaten Boyolali, roboh pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Robohnya atap tersebut diduga akibat struktur penyangga berbahan kayu yang lapuk dimakan rayap.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Gedung yang roboh merupakan ruang penunjang yang digunakan untuk menyimpan peralatan drumband, alat musik, dan perlengkapan lainnya, bukan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengatakan pihaknya telah mengecek kondisi gedung tersebut. Disdikbud berupaya mengupayakan perbaikan menggunakan anggaran APBD 2026.

”Ruang di SMPN 1 Simo itu ruang penunjang saja, di sana tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, hanya untuk menyimpan alat drumband dan musik. Walau begitu, itu menjadi perhatian kami, akan segera kami tindaklanjuti supaya ruang tersebut segera bisa diperbaiki,” kata dia ditemui di Museum R Hamong Wardoyo Boyolali, Rabu (30/9/2026).

Dwi Hari berharap perbaikan gedung tersebut dapat dibiayai melalui APBD 2026. Jika belum memungkinkan, ia mendorong agar perbaikan diusulkan melalui program revitalisasi sekolah pada 2027.

Ia menambahkan, kejadian tersebut tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar karena berlangsung pada hari libur. Selain itu, gedung yang roboh memang tidak digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

”Untuk temuan awal, kami belum begitu paham robohnya kenapa. Tapi yang pasti, itu umurnya sudah cukup tua. Alhamdulillahnya tidak ada murid yang ada di sana, itu menjadi perhatian kami, sarana-prasarana itu penting karena menyangkut keamanan dan kenyamanan murid,” kata dia.

Atap Roboh Diduga akibat Kayu Lapuk

Camat Simo, Agus Setyawan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Atap gedung diduga roboh karena struktur penyangganya sudah tua dan aus.

”Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, barang-barang yang ada yaitu peralatan drumband dipindah ke tempat yang lebih aman,” kata dia.

Kapolsek Simo, AKP Agung Setiawan, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, peristiwa itu diketahui setelah seorang warga mendengar suara gemuruh yang disertai debu dari dalam lingkungan sekolah.

Saksi kemudian memeriksa sumber suara dan mendapati atap ruang Adiwiyata yang digunakan untuk menyimpan peralatan drumband, alat musik, dan sound system telah roboh. Reruntuhan atap menimpa barang-barang yang tersimpan di bawahnya.

”Di sana ia melihat ruang adiwiyata yang dipergunakan sebagai tempat penyimpanan peralatan drumband, band, sound system dalam kondisi atapnya roboh dan menimpa barang-barang di bawahnya. Penyebabnya dimungkinkan karena struktur utama penyangga konstruksi atap yang terbuat dari bahan kayu dalam kondisi lapuk dimakan rayap,” kata dia.

Leave a Reply