Nusatime.com, SOLO — Acara bertajuk GSI Youth Fest-Hero Summit 2026 akan digelar di GOR Indoor Manahan Solo, Minggu (8/11/2026).
Acara yang digelar Gerakan Solusi Indonesia (GSI) itu akan diisi dengan Youth Insight Leader Forum, Indonesia Youth Movement, Awarding 35 Local Hero Jawa Tengah (Jateng), Job Fair, dan Youth Celebration-Special Performance by Ndarboy Genk.
Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers Launching GSI Youth Fest-Hero Summit 2026 di Selasar Meat and Eat Jalan Adi Sucipto Nomor 190 Karangasem, Laweyan, Sabtu (19/9/2026).
Hadir dalam konferensi pers, Co Founder GSI, Anas Syahirul; CEO GSI, Hendry Tri Asmoro; Ketua Dewan Pembina GSI, Prof Dr Pujiyono Suwadi, serta Ketua Umum GSI, Dr Andini Elok Maharani.
Dalam kesempatan itu dijelaskan, banyak anak muda bergerak menjawab persoalan di sekitarnya melalui pendidikan, sosial, lingkungan, ekonomi kreatif, teknologi, kewirausahaan, hingga pemberdayaan.
Namun tantangan generasi muda tidak hanya bagaimana mendapatkan inspirasi, tetapi bagaimana mengubah inspirasi menjadi keberanian untuk bertindak.
Anak muda membutuhkan role model, ruang untuk bertumbuh, kesempatan, jejaring, pengakuan serta ekosistem yang memungkinkan gagasan mereka berkembang menjadi solusi nyata.
GSI Youth Fest-Hero Summit diproyeksikan menjadi ruang pertemuan anak muda, pemimpin, komunitas, dunia usaha, dan para local hero. Semangat yang diusung forum itu yakni Pemuda Adalah Solusi.
“Fungsi Gerakan Solusi Indonesia membantu untuk lebih memviralkan dan membuat virus positif. Nah virus ini nanti akan disebarkan dengan awalan di Jateng dan next di Jatim, Jabar sampai Banten,” ujar Hendry.
Dia mengatakan output akhir dari proses yang dilakukan yaitu terangkatnya anak muda yang mampu menjadi solusi bagi lingkungannya. Sedangkan bagi yang belum punya solusi setidaknya bisa terinspirasi.
Penjelasan senada disampaikan Pujiyono dalam paparannya. “Kita sudah ada rencana pembangunan jangka panjang Indonesia Emas 2045. Tapi apa itu saja yang harus kita sebarkan. Kalau kita lihat di lapangan ada ketimpangan nih, di satu sisi sudah ada anak-anak muda yang sukses. Tapi lebih banyak lagi anak muda yang tidak tahu mau ngapain,” terang dia.
Pujiyono menjelaskan GSI akan hadir di ruang-ruang itu untuk menjembatani ketimpangan yang ada. “Nah kegelisahan atas ketimpangan ini lah yang ingin kita jembatani. GSI ini bridging untuk menyebarkan benih atau virus positif, sehingga kita masuk 2045 kita benar-benar siap,” tegas dia.

Leave a Reply